Berita PilihanKesehatanKutai Timur

Oktober, Dinkes Kutim Laksanakan Bulan Eliminasi Kaki Gajah

RUMAHKARYABERSAMA.COM, SANGATTA – Gerakan minum obat sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit menular Filariasis, kembali dilakukan Dinas Kesehatan Kutai Timur. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Muhammad Yusuf mengatakan tahun ini merupakan tahun kelima pelaksanaan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis di Kabupaten Kutai Timur.

Minum obat massal yang dikenal dengan bulan eliminasi kaki gajah akan dilaksanakan mulai 1-30 Oktober 2019 mendatang. Serentak di seluruh Indonesia. Yusuf berharap seluruh elemen, baik RT hingga Camat ikut memantau pelaksanaan program tersebut.

“Setiap tahun, kami berharap minimal 85 persen dari jumlah penduduk Kutim, berusia di atas dua tahun hingga usia 70 tahun, mengikuti program POPM Filariasis. Setelah 2019 ini, kami akan melakukan pre test (assessment) untuk disurvei kembali. Apakah ada mikro filarial red di Kutim. Apabila hasilnya di bawah 1 persen, maka obat massal tidak akan diulang lagi. Namun bila di atas 1 persen, terpaksa diulang lagi,” beber Yusuf.

Dinkes Kutim, kata Yusuf, juga telah melakukan pertemuan dengan 21 Kepala UPT Puskesmas, Camat dan Kades. Agar program POPM Filariasis sesuai harapan. Dia meminta, kerjasama semua lintas sektor dan tanggungjawab, mulai dari Camat, Kades bahkan sampai RT dalam pencegahan penyakit kaki gajah di Kutim.(advertorial/Diskominfo Perstik Kutim/*4)

Comment here