Minum obat massal yang dikenal dengan bulan eliminasi kaki gajah akan dilaksanakan mulai 1-30 Oktober 2019 mendatang. Serentak di seluruh Indonesia. Yusuf berharap seluruh elemen, baik RT hingga Camat ikut memantau pelaksanaan program tersebut.
“Setiap tahun, kami berharap minimal 85 persen dari jumlah penduduk Kutim, berusia di atas dua tahun hingga usia 70 tahun, mengikuti program POPM Filariasis. Setelah 2019 ini, kami akan melakukan pre test (assessment) untuk disurvei kembali. Apakah ada mikro filarial red di Kutim. Apabila hasilnya di bawah 1 persen, maka obat massal tidak akan diulang lagi. Namun bila di atas 1 persen, terpaksa diulang lagi,” beber Yusuf.
Dinkes Kutim, kata Yusuf, juga telah melakukan pertemuan dengan 21 Kepala UPT Puskesmas, Camat dan Kades. Agar program POPM Filariasis sesuai harapan. Dia meminta, kerjasama semua lintas sektor dan tanggungjawab, mulai dari Camat, Kades bahkan sampai RT dalam pencegahan penyakit kaki gajah di Kutim.(advertorial/Diskominfo Perstik Kutim/*4)
