
SANGATTA – Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kutai Timur. Untuk itu, eliminasi malaria menjadi target di Kutim yang masuk dalam tahap eliminasi dan pemeliharaan. Pada tahap ini, harus dilakukan penyelidikan epidemiologi terhadap kasus positif malaria sebagai upaya kewaspadaan dini kejadian luar biasa, malaria. Selain melakukan pemetaan setiap kasus dan wilayah reseptifnya.
Pemetaan dan pelaporan perlu didukung sistem surveillances yang baik. Salah satunya dengan e Sismal (elektronik sistem informasi surveillances Malaria). Selama tiga hari, mulai 23-26 Juli 2018, Dinas Kesehatan Kutim menggelar training of web e sismal and data management.
“Tujuannya agar e Sismal tersosialisasi dengan baik. Sehinggapenyelidikan epidemiologi kasus malaria dan pemetaan wilayah lebih fokus,” ungkap Kabid P2P Dinkes Kutim, dr Yuwana, Kamis (26/7/2018).
Selain itu, 68 peserta yang merupakan tenaga kesehatan, baik dokter, perawat, tenaga kesehatan masyarakat dan bidan, dapat menguasai manajemen program dan sistem pelaporan elektronik malaria.
“Kami ingin, tenaga medis di Kutim bisa melakukan pemetaan hasil kegiatan penyelidikan epidemiologi kasus malaria dan membuat peta wilayah secara fokus. Tak hanya Kutim, peserta juga datang dari Kota Bontang,” ujar Yuwana.(*)
loading="lazy" />






