rumahkaryabersama.com. DPRD Ajak Pemilih Pemula Jadi Pemilih Yang Cerdas Pada Pilkada 2024 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) melaporkan bahwa pemilih pada Pemilu (pemilihan umum) tahun 2024 mayoritas pemilih didominasi oleh generasi Z dan milenial dengan proporsi 55 persen dengan rincian pemilih 33,60 persen generasi milenial dan sisanya yakni 22, 85 menjadi milik generasi Z.
Dengan kata lain, pada Pemilu tahun ini anak-anak muda mengisi lebih dari setengah jumlah pemilih dan akan memberikan dampak yang cukup signifikan dalam menentukan iklim politik di Indonesia. Tak terkecuali di Kabupaten Kutai Timur (Kutim)
Sebagai salah satu tokoh pemuda yang saat ini duduk menjadi Anggota DPRD, Pandi Widiarto memberikan pandangan terhadap generasi muda yang saat ini menjadi kelompok terbesar sebagai pemilih dalam kontestasi pesta demokrasi yang akan berlangsung serentak di seluruh wilayah Indonesia.
Menurutnya, kaum muda memiliki tanggung jawab yang sama untuk ikut serta mensukseskan Pemilu tahun ini. Salah satunya datang ke tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menyalurkan hak suaranya dan memilih calon pemimpin yang sesuai dengan hati nurani masing-masing pada tanggal 27 November mendatang.
“Berkaitan dengan Pemilu, partisipasi anak minimal gen Z harus optimal dan aktif, jangan antipati terhadap politik, karena suara mereka memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap keberlangsungan pembangunan terutama di Kutai Timur, “ ujarnya.
Dengan seiring berkembangnya zaman terutama adanya tekhnologi informasi. Menuntut setiap partai politik terutama calon kepala daerah yang mengikuti kontestasi Pemilu lebih kreatif dalam mengajak para pemilih terutama generasi muda.
“Kalau saya lihat, para calon ini juga sudah masif berkampanye melalui platform media sosial untuk menarik simpati mereka (anak muda). Nah sekarang tinggal bagaimana anak-anak muda di tergerak atau tidak,” ujarnya.
Dirinya juga menyayangkan masih ada sebagian anak muda yang masih apatis atau tidak peduli terhadap perkembangan politik yang terjadi. Padahal menurutnya, meskipun tidak terjun secara langsung, peran generasi muda untuk ikut serta dalam setiap proses politik saat ini sangat di nantikan. Mengingat, dalam setiap pengambilan kebijakan yang diambil oleh pemerintah tidak terlepas dari campur tangan dan proses politik.
“Jika mereka mendapat informasi secara baik dan mau diajak berdiskusi dengan para calon kepala daerah dan nantinya terpilih. Akan ada banyak kebijakan yang akan berpihak kepada mereka (anak muda). Sehingga ruang yang mereka inginkan bisa di akomodir. Dan itu yang harusnya di lakukan oleh para calon, agar mampu menarik minat anak muda untuk ikut serta dalam setiap proses pesta demokrasi ini,” pungkasnya. (adv/dprd/wa)
loading="lazy" />






