BeritaInfrastrukturKutai TimurPemerintahanPertanian

Pemerintah Sebut Kaubun dan Karangan Sentra Pertanian

tema 'Pengembangan Sentra Ekonomi yang Didukung Pelayanan Publik yang Berkualitas'
Musrenbang tingkat kecamatan yang dihadiri Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wabup Kasmidi Bilang serta Wakil Ketua II DPRD Arfan

RUMAHKARYABERSAMA.COM. KAUBUN – Pada pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan tahun 2022. Dengan tema ‘Pengembangan Sentra Ekonomi yang Didukung Pelayanan Publik yang Berkualitas’ dengan tujuan Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kutim tahun 2023.

Pada hari pertama dititik kedua pelaksanaan Musrenbangcam, Senin (7/3/2022). Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Kasmidi Bulang yang didampingi oleh Wakil Ketua II DPRD Kutim Arfan, sejumlah OPD dan Forkopimda. Menyambangi Kecamatan Kaubun, setelah sebelumnya dari Sangkulirang.

Masih dalam zona pesisir, Kaubun dan Karangan digabung menjadi satu di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Kaubun. Dengan pertimbangan pandemi Covid-19 serta demi mengefektifkan waktu

Berdasarkan pemaparan dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Timur. Dari 15 desa di Kecamatan Kaubun dan Karangan, terdapat 209 usulan pada RKPD tahun 2023 mendatang. Dengan rincian, dari Kecamatan Kaubun mengusulkan 36 paket bidang SDM, 40 paket bidang infrastruktur wilayah dan 40 paket bidang ekonomi.

Sementara untuk Kecamatan Karangan, pihaknya mengusulkan 33 paket infrastruktur wilayah, 27 paket bidang SDM dan 33 paket bidang ekonomi.

Pada kesempatan itu, Bupati Ardiansyah Sulaiman menyebut, jika Kaubun dan Karangan telah ditetapkan sebagai sentra hasil pertanian dalam hal ini beras. Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada OPD terkait agar memaksimalkan potensi tersebut.

tema 'Pengembangan Sentra Ekonomi yang Didukung Pelayanan Publik yang Berkualitas'
Wabup Kasmidi menandatangani berita acara hasil pelaksanaan musrenbang kec. Kaubun

Saat sesi diskusi, Kepala Desa Cipta Graha menyebut jika petani dapat panen hingga 1000 ton. Oleh sebab itu perlu adanya pemasaran agar seluruh beras petani dapat terserap. Terlebih di Kaubun terdapat puluhan perusahaan, oleh sebab itu dirinya berharap agar perusahaan dapat mencintai produk lokal kaubun.

Mendengar hal itu, Bupati langsung memerintahkan kepada dinas terkait untuk membantu persoalan yang dialami oleh para petani Kaubun.

“Kepada Dinas Pertanian untuk memaksimalkan hasil pertanian yang bisa diambil oleh PNS. Kalo bisa kualitas beras petani ditingkatkan. Mohon juga PU dan Perkim tingkatkan jalan pertanian antar desa,” pinta Bupati.

Pada kesempatan yang sama, Terkait hasil panen beras petani Kecamatan Kaubun, Wakil Bupati Kasmidi Bulang menyebut jika kehadiran perusahaan di Musrenbang bukan hanya sebagai undangan, namun guna mendengarkan kebutuhan dan keluhan masyarakat yang terletak di desa ring satu perusahaan.

“Kita minta semua perusahaan paling tidak membeli berasnya disini, beras lokal. Bantu petani kita yang ada di ring satu perusahaan bapak-bapak,” sebut Wabup.

Selain itu, Kasmidi Bulang juga menyebut jika dari seluruh usulan desa di Karangan dan Kaubun ada sebagian yang diserap oleh Pemerintah dan Dewan melalui APBD. Namun ada beberapa program yang tidak dapat diserap, nantinya perusahaan dapat ambil peran melalui anggaran CSR.(Rb,01.03)

Comment here