BeritaKalimantan TimurKulinerKutai TimurNasionalPeristiwa

Langkah Pemerintah Daerah Atasi Kelangkaan Minyak Goreng Di Kutim

 

Langkah Pemerintah Daerah Atasi Kelangkaan Minyak Goreng Di Kutim
Wabup Kasmidi memberikan penjelasan agar ada solusi untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng 

RUMAHKARYABERSAMA.COM. SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang langsung memberikan solusi terhadap kelangkaan minyak goreng, yang belakangan dikeluhkan oleh kalangan ibu-ibu. Dalam hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Sangatta Utara, saat Musyawarah Rencana Pembangunan tingkat kecamatan, pada (7/3/2022).

Wakil Bupati menyebut, jika Pemerintah Daerah telah bekerjasama denga Toko Pulau Mas Jaya Abadi bakal melakukan penyaluran 9.000 liter minyak goreng untuk masyarakat pada Sabtu, 12 Maret 2022.

“Kita sudah berkoordinasi dengan distributor Pulau Mas yang punya stock kuota minyak goreng Kaltim. Alhamdulilah dia akan menjaga harga pasar Rp14 ribu per liter. Insya Allah itu akan lebih banyak lagi kuotanya bagi kita,” sebut Wabup.

Wabup menuyebut, jika Toko Pulau mas merupakan salah satu distributor yang memiliki koneksi langsung ke pusat sehingga memiliki kuota. Namun, keterbatasan kuota menjadi kendala serta waktu pengirimannya yang bergeser-geser.

Kurangnya kuota minyak ini sejatinya terjadi secara nasional dan berdampak kepada seluruh daerah. Oleh sebab itu, wabup menyebut jika sementara ini tidak didistribusikan ke warung kecil. Pasalnya, tidak ada jaminan toko kecil akan menjual lagi, bias saja ditimbun.

Langkah Pemerintah Daerah Atasi Kelangkaan Minyak Goreng Di Kutim
Peserta Musrenbang di Gedung BPU Sangatta Utara

“Dia (Pulau Mas) tidak ambil untung, sekarang di lapangan ada yang jual Rp40 ribu per liternya, dia konsisten tetap Rp14 ribu,” imbuhnya.

Agar semua masyarakat dapat, maka setiap orang dibatasi hanya bisa membeli 2 liter. Dan kerjasama dengan Pemerintah tidak berhenti disini, akan datang lagi kuota selanjutnya.

Selain menggandeng distributor sembako di Sangatta, Pemerintah Kutai Timur juga tidak tinggal diam mengatasi kelangkaan minyak goreng. Saat ini Wakil Bupati Kasmidi Bulang juga tengah melakukan komunikasi dengan perusahaan sawit PT Sinar Mas yang memiliki pabrik turunan CPO menjadi minyak goreng.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Sinar Mas yang punya pabrik minyak goreng di Banjar. Kita minta tambahan kuota untuk Kaltim, tapi nanti itu dilarikan ke Kutim,” tegas wabup ditemui usai Musrenbangcam di Sangatta Utara.

Sementara itu, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menyebut jika Pemerintah tengah mengusahakan memiliki pabrik turunan dari CPO diantaranya minyak goreng. Dimana Kutim memiliki sentra industri di Kipi Maloy.

“Kita merasa iri dengan Kota Bontang yang sudah memiliki pabrik minyak goreng dari turunan kelapa sawit. Kutim ini punya kebun kelapa sawit, tapi belum ada perusahaan yang membangun pabrik turunannya,” sebut Bupati.(Rb.01.03)

Comment here