BeritaInfrastrukturKalimantan TimurKutai TimurLingkunganSosialTenaga Kerja

Prima Sangatta Eco-Waste Mulai Beroperasi Yang Dapat Memusnahkan Sampah Sekitar 50 Ton/hari

RUMAHKARYABERSAMA.COM, SANGATTA – Pemerintah Daerah Kabupaten berupaya untuk mengurangi penggunaan Tempat Penampungan Akhir (TPA), yang menggunakan sistem digali lalu ditimbun yang membutuhkan lahan yang tidak sedikit.

Hal tersebut di ungkapkan Wabup Kasmidi pada tahun lalu saat peletakan batu pertama Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kawasan Pasar Induk Sangatta. Dan pada awal tahun 2022 TPST dapat direalisasikan oleh PT. Kaltim Prima Coal melalui program CSR.

Sebelumnya pada peresmian pengoperasian TPST Kamis (27/01/2022) General Manager External Affairs & Sustainable Dev PT KPC Wawan Setiawan, menjelaskan sesuai dengan program yang digagas oleh Bupati terdahulu Bapak Ismunandar dan Bapak Kasmidi Bulang, melalui program CSR (Corporate Social Responsibility), KPC menghibahkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang diberi nama “PRIMA SANGATTA ECO-WASTE” kepada Pemkab Kutai Timur.

Prima Sangatta Eco-Waste yang berlokasi di area Pasar Induk Sangatta Utara, dibangun dengan tujuan untuk mengumpulkan, memilah, memusnahkan, dan memanfaatkan sisa pembakaran sampah.” Ujar Wawan

Dirinya menambahkan, dengan kapasitas sekitar 50 ton/hari, teknologi THERMAL HYDRODRIVE INCINERATOR dapat memusnahkan sampah hingga proses akhir yang dihasilkan adalah Abu Bottom Ash, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan produksi Batako atau Paving Block. Seperti halnya di Eropa dan Amerika.

“Abu Bottom Ash digunakan pada tingkat industri dalam pembuatan material bangunan, sebagai tambahan, sisa pembakaran ini dikategorikan sebagai material yang tidak berbahaya, sehingga dapat juga ditimbun, apabila tidak dipergunakan,” jelas Wawan

Sesuai dengan komitmen KPC, kesinambungan sebuah solusi sangatlah penting, infrastruktur pengolahan sampah ini adalah bagian dari rantai pengelolaan sampah secara keseluruhan dalam rangka mengurangi jumlah sampah yang ditimbun di TPA (Tempat Pemrosesan Akhir).

Dalam paparannya Wawan menambahkan “Rantai ini memegang prinsip “reduce, reuse, recycle”. Selain itu, untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia muda khususnya di Kutai Timur, dan Kalimantan Timur secara umum, diharapkan bahwa Prima Sangatta Eco-Waste plant ini akan menjadi sentra tempat pembelajaran pengolahan sampah yang efektif, efisien, dan bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan untuk jangka panjang atau “Environmental Sustainability“.

Ditemui secara terpisah Wabup Kasmidi Bulang mengungkapkan untuk pembiayaan ini murni dari komitment CSR PT. Kaltim Prima Coal yang di gagas bersama pemerintah. Tak lupa dia mengucapkan apresiasi dan rasa terima kasih pada KPC.

Kebanggan Wakil Bupati ini cukup beralasan karena program ini sudah ada sejak jaman Ismu KB dan dengan gigih tetap di pertahankan oleh Kasmidi Bulang saat menjadi Plt Bupati Kutai Timur.

“Lega dan puas ini semua terwujud dalam pemerintahan ASKB dan semua pendanaan dari CSR KPC. Terima Kasih Pak Rudi COO dan Terima Kasih Pak Wawan. Karya yang luar biasa dan apresiasi buat Bu Vara PT. DMM,” Ucap Kasmidi Bulang. (Rb.01, Rb.03,Rb.05R).

Comment here