RUMAHKARYABERSAMA.COM, SANGATTA – Dengan berbesar hati, Wakil Bupati Kutai Timur H Kasmidi Bulang ST MM mengatakan pihaknya berencana mencabut laporan atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan perbuatan tak menyenangkan yang dilakukan tiga pejabat di lingkungan Pemkab Kutai Timur. Rencana itu diungkapkan setelah mengikuti pertemuan mediasi yang digelar di ruang kerja Kapolres Kutai Timur, Rabu (29/1/2020).
Dalam mediasi tersebut, tidak hanya diikuti Kasmidi, tapi juga Kapolres Kutim AKBP Indras Budi Purnomo serta tiga pejabat Pemkab Kutim, yakni Sekda Drs H Irawansyah M Si, Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Rudi Baswan dan Kabid Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Ahmad Syaiful. Hadir pula beberapa tokoh masyarakat, di antaranya Ketua KKSS Kutim, H Sakka dan Ketua Pemuda Pancasila Kutim, H Dondo.
“Rencana akan cabut laporan dalam satu dua hari ini nanti. Saya sadar setiap keputusan ada konsekuensinya. Saya lanjutkan laporan, ada konsekuensinya, saya cabut juga ada konsekuensinya. Tapi banyak pendapat yang masuk ke saya dan mencabut laporan sepertinya lebih baik untuk kondusifitas Kutai Timur,” kata Kasmidi.
Kalau ditanya soal memaafkan, Kasmidi mengaku, ia dan keluarga sudah memaafkan apa yang dilakukan ketiganya. Karena hal itu yang harus dilakukan sebagai pimpinan. “Alhamdulillah kami bisa silaturahmi. Tidak ada yang mengharapkan kejadian ini. Saya sudah memaafkan sejak jauh hari. Tidak ada manusia yang luput dari salah dan khilaf,” ujarnya.
Sekda Irawansyah pun mengatakan jika kehadirannya di Polres bersama Wakil Bupati ialah untuk silaturahmi. “Kami silaturahmi saja. Semua manusia tak lepas dari khilaf. Jika ada salah kami minta maaf. Intinya, kita mengharapkan situasi kondusif,” kata Irawansyah.
Seperti diketahui, kejadian ini bermula dari masuknya pesan suara yang ternyata berisi obrolan yang diduga suara ketiganya, tentang mutasi jabatan yang baru-baru dilaksanakan Pemkab Kutim. Obrolan bernada sinis dan sedikit menyudutkan Wakil Bupati , terdengar lebih dari 100 anggota WAG Pemkab Kutim.
Wakil Bupati Kutim yang ikut mendengar pembicaraan yang tak sengaja terekam itu langsung naik pitam. Ia merasa dijelek-jelekkan oleh ketiganya. Sehingga membuat laporan ke Polres Kutim. Untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut.(rb04)
loading="lazy" />






