KPU Luncurkan Si Badas, Sekda Ingatkan ASN Soal Foto Bersama Paslon

IMG 20191205 WA0028

 

RUMAHKARYABERSAMA.COM, SANGATTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kutai Timur akhirnya meluncurkan maskot Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kutai Timur 2020. Si Badas, bersama wujudkan Pilkada cerdas dan berintegritas, menjadi maskot Pilkada Kutim 2020 mendatang.

Peluncuran ditandai pemukulan gong oleh Sekda Drs H Irawansyah M Si didampingi jajaran komisioner KPU Provinsi Kaltim dan KPU kabupaten kota se Kaltim, Kamis (5/12/2019).

Si Badas adalah buaya Badas Hitam yang saat ini terbilang langka. Habitatnya hanya ada dua di dunia. Di sungai Amazon dan di Indonesia, yakni di Danau Mesangat, Kecamatan Long Mesangat, Kabupaten Kutai Timur. Dengan jumlah polulasi antara 3.000 hingga 5.000 ekor saja.

IMG 20191205 WA0030

Sebagai maskot, buaya badas hitam digambarkan dengan moncong buaya yang tersenyum, berwarna dominan orange dan putih, serta mengenakan kain bermotif wakaroros yang merupakan batik khas Kutai Timur. Di tangannya ada paku dan surat suara, sebagai makna mengajak seluruh warga Kutim untuk menggunakan hak pilihnya pada 23 September 2020 mendatang.

Seperti diketahui, si Badas adalah buaya badas hitam. Ia memiliki cirri khas warna hitam di hampir seluruh bagian tubuhnya. Dengan panjang tubuh rata-rata 4 meter dan berat 350 Kg ini memiliki nama ilmiah, crocodylus siamensis.

“Si Badas, merupakan upaya KPU Kutim untuk turut mengampanyekan pelestarian reptile langka yang sudah tidak ditemukan lagi di sejumlah negara yag sempat menjadi habitatnya. Seperti Thailand, Vietnam, Kamboja dan Malaysia,” ujar Ulfa.

Akronim, Si Badas, Bersama wujudkan Pilkada Cerdas dan Berintegritas, memiliki arti penting. Cerdas, berarti Pilkada tanpa politik uang, sedangkan berintegritas artinya, Pilkada berlangsung jujur dan adil tanpa kecurangan.
Dalam kesempatan tersebut, Irawansyah mengatakan peran masyarakat dalam Pilkada sangat penting, karena berimbas pada pembangunan. Peningkatan infrastruktur. Belum lama ini, pembangunan komunikasi di wilayah pesisir juga sudah dilakukan. Dengan dipasangnya WIFI di Kecamatan Sangkulirang.

“Kita berkaca pada Pilkada 2015 lalu yang sangat rendah partisipannya. Karena memang saat itu bertepatan dengan libur panjang. Warga Kutim umumnya pendatang, begitu libur, pilih pulang kampung ketimbang mencoblos. Pas juga hari hujan, jadi yang di rumah juga malas, keluar. Dalam Pilkada mendatang, kita harus lebih menggerakkan masyarakat untuk datang ke TPS,” ungkap Irawansyah.

Ia juga mengingatkan para ASN yang hadir, agar tidak memposting foto bersama pasangan calon Bupati atau Wakil Bupati menjelang Pilkada Kutim. Karena sudah ada imbauan dan larangan yang jelas tentang hal tersebut. “Kalau pada Pilkada lalu kita bisa foto dengan paslon, sekarang tidak boleh lagi. Bahkan teguran tidak dari Bupati, tapi dari Komisi ASN. Hal ini juga untuk menjaga netralitas ASN kita,” ujar Irawansyah.(rb04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *