Berita PilihanKutai Timur

Ikuti Rapat RKAB PT KPC, Kasmidi Minta Alokasi CSR untuk Kutim Ditingkatkan

RUMAHKARYABERSAMA.COM, SANGATTA – Kementerian ESDM Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara menggelar rapat pembahasan realisasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Kaltim Prima Coal (KPC) tahun 2019 dan rencana RKAB tahun 2020. Kegiatan berlangsung di Jakarta, Rabu (13/11/2019) pagi tadi.

Mewakili Pemkab Kutai Timur, Wakil Bupati Kutai Timur H Kasmidi Bulang ST MM didampingi Sekda Kutim, Drs H Irawansyah M Si serta Kadis Lingkungan Hidup Kutim, Aji Wijaya. Sedangkan dari PT KPC, COO Muhammad Rudi dan Chief Finance Officer Ashok Mitra.

Dalam pertemuan tersebut, realisasi RKAB PT KPC tahun 2019 mendapat apresiasi dari Kementerian ESDM. Termasuk rencana pencapaian pada 2020 mendatang. Karena, berdasarkan hasil evaluasi RKAB 2019 yang disampaikan, PT KPC secara umum mendapat persetujuan peningkatan produksi batubara sebesar 61.998.652 ton. Bahkan produksi 2019 mencapai target dan mengalami peningkatan produksi. Dan pada 2020 mendatang, PT KPC menargetkan peningkatan produksi hingga 62.533.148 ton.

“Kita apresiasi atas pencapaian PT KPC dalam produksi batubara di Kutim. Tak hanya produksi, perusahaan ini pun telah banyak membantu pembangunan di Kutai Timur. Sehingga roda pembangunan tidak terhenti meski diterpa masalah keuangan. Di antaranya soal kebutuhan dasar air bersih, jalan dan penerangan,” ungkap Kasmidi.

Kewajiban CSR juga telah dilakukan perusahaan tidak hanya di Sangatta saja, tapi juga di seluruh daerah operasional. Namun, seiring peningkatan produksi, Pemkab Kutim tentu berharap ada peningkatan pula terhadap nilai CSR yang diberikan pada masyarakat di daerah penghasil.

“Dalam pertemuan tadi, saya juga mengusulkan agar CSR PT KPC juga ditingkatkan lagi. Terutama yang untuk sektor yang paling mendasar dan menyentuh di masyarakat. Seperti penyediaan TPA yang permanen dan layak. Hal ini tak hanya berimbas pada kesehatan dan lingkungan, tapi juga pada prestasi tercapainya Adipura untuk Kutim. Selain itu, ada usulan penyediaan area pekuburan umum, bagi semua agama yang ada di Kutim dan percepatan realisasi monumen tambang yang akan menjadi icon Kutai Timur sebagai daerah pertambangan penghasil batubara,” beber Kasmidi.(rb04)

Comment here