Berita PilihanKutai Timur

2023, Seluruh Desa di Kutim Dialiri Listrik PLN

RUMAHKARYABERSAMA.COM, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan PT PLN Wilayah Kalimantan Timur dan Utara Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Bontang menandatangani perjanjian kerja sama, tentang pemungutan dan penyetoran pajak penerangan jalan dan pembayaran rekening listrik Pemda Kabupaten Kutai Timur.

Pemkab Kutai Timur dalam hal ini Bupati Ir H Ismunandar MT dan PT PLN diwakili, Alimudin, Manager UP3 Bontang. Penandatanganan kerja sama dilakukan di ruang kerja Bupati Kutim, Selasa (26/11/2019). Disaksikan jajaran PLN dan Pemkab Kutim, satu di antaranya, Asisten Ekbang, Paulina.

Pemungutan pajak penerangan di Kutim, sudah dilakukan. Namun, sebagai legalitas perlu dilakukan penandatanganan kerja sama dengan pemerintah daerah setempat. Karena pajak yang dipungut tak hanya di Sangatta saja, tapi di seluruh kecamatan dan desa yang sudah diterangi PLN.

“Kita bekerja sama dengan PLN untuk pemenuhan kebutuhan listrik di seluruh desa di Kutim. Memang tidak bisa selesai dalam satu tahun. Roadmap yang disusun PLN hingga 2023 nanti. Namun, kita berharap di 2020 atau maksimal 2021, seluruh desa di Kutim sudah diterangi,” ungkap Ismunandar.

Tahun 2019 ini, ada 13 desa di tujuh kecamatan yang mendapatkan penerangan dari PLN. Yakni, desa Bumi Rapak, Bumi Etam dan Bumi Jaya di Kecamatan Kaubun, Desa Maloy di Kecamatan Sangkulirang, Desa Tepian Baru dan Tepian Indah di Kecamatan Bengalon, desa Selangkau di Kecamatan Kaliorang, desa Juk Ayak dan Muara Pantun di Kecamatan Telen, desa Segoi Makmur, Sikka Makmur dan Mukti Utama di Kecamatan Long Mesangat serta Desa Long Lees di Kecamatan Busang.

Selanjutnya, pada 2020 mendatang, ada delapan desa lagi yang mendapat penerangan PLN, 2021 ada 14 desa, di 2022 ada 25 desa dan di 2023 ada 10 desa. Seluruh tahapan hingga 2023 tersebut menggenapi rencana kerja PLN untuk menerangi desa-desa di seluruh wilayah Kutai Timur.(advertorial/Diskominfo Perstik Kutim/*4)

Comment here