Berita PilihanKutai Timur

59 Desa Terlayani, Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Capai 67,08 Persen

RUMAHKARYABERSAMA.COM, SANGATTA – Menyambut HUT ke 20 Kabupaten Kutai Timur, DPRD Kutai Timur menggelar rapat paripurna istimewa ke IV dengan agenda mendengarkan Pidato Bupati Kutai Timur yang dibacakan Wakil Bupati H Kasmidi Bulang ST MM di ruang sidang utama Gedung DPRD Kutim, Jumat (11/10/2019).

Dalam laporan tersebut, Kasmidi mengatakan kebutuhan dasar masyarakat terus menjadi program prioritas Pemerintah Kutai Timur. Satu di antaranya pemenuhan kebutuhan air bersih, listrik dan infrastruktur jalan.

Di usia ke 20, pencapaian kebutuhan air bersih mengalami peningkatan yang signifikan. Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) telah dilakukan di seluruh kecamatan dan di beberapa desa. Baik dari PDAM maupun yang berbasis pemberdayaan masyarakat.

PDAM Kutim, telah memberi cakupan layanan ke 39 desa dengan jumlah penduduk terlayani sebanyak 249.701 jiwa. Sedangkan melalui program Pamdes dan Pamsimas, telah terbangun 20 unit sumur air dalam di 20 desa, dengan cakupan terlayani mencapai 31.120 jiwa. Dengan begitu, air bersih sudah bisa dinikmati 280.821 penduduk di 59 desa se Kutim atau 67,08 persen.

Selain itu, telah terbangun Water Treatment Plant (WTP) yang memanfaatkan kolam pasca tambang. WTP Kudungga yang saat ini memiliki debit air, 100 liter per detik bisa dinikmati hampir seluruh masyarakat Sangatta dan sekitarnya. “Dalam waktu dekat, PDAM Kutim juga segera membuat lisensi halal untuk air bersih yang diproduksi PDAM. Sehingga ke depan tidak perlu was-was lagi terhadap kualitas air dari PDAM Kutim,” kata Kasmidi.

Kebutuhan dasar kedua yang menjadi program prioritas dan terus ditingkatkan adalah listrik. Saat ini, listrik sudah menjangkau seluruh kecamatan se Kutai Timur. Baik melalui jaringan PLN maupun listrik mandiri menggunakan tenaga surya dan tenaga air. Ditambah lagi sumbangsih penyediaan listrik bagi masyarakat pedalaman dari perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di sekitar pemukiman.

Pembangunan infrastruktur jalan, dalam pidato Bupati Kutai Timur juga dilaporkan terus mengalami peningkatan. Jaringan jalan kabupaten telah terbangun 285 km, sedangkan jalan nasional atau provinsi terbangun sepanjang 1.105, 76 km.(advertorial/Kominfo Perstik Kutim/*4/*7)

Comment here