Berita PilihanKutai Timur

Tindaklanjuti PHK Massal, Bupati Segera Pertemukan Buruh dengan PT WTC

RUMAHKARYABERSAMA.COM, SANGATTA – Tak mau berlarut-larut dengan permasalahan antara perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Wahana Tritunggal Cemerlang (WTC) dengan para pekerja yang di PHK sepihak, Bupati Kutai Timur Ir H Ismunandar MT mengatakan pihaknya segera mempertemukan kedua belah pihak, dengan didampingi Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim. Pertemuan rencananya digelar di Sangatta dengan dipimpin oleh Wakil Bupati H Kasmidi Bulang ST MM, Selasa (24/9/2019) mendatang.

Hal ini diungkapkan Bupati Ismunandar usai bertemu dengan jajaran pengurus Ikatan Keluarga Besar (IKB) NTT. “Pertemuan harus digelar agar segera tuntas dan mendapat solusi. Karena itu, kita undang secara resmi pimpinan perusahaan yang bisa mengambil keputusan segera. Bukan perwakilan. Berlarut-larut lagi masalah kalau hanya perwakilan saja,” ujar Ismunandar.

Selain itu, kalau memang ada PHK, tentu ada yang diberi dari perusahaan bagi para buruh ini. Tidak sekadar diusir dari tempat tinggalnya begitu saja. Karena para pekerja ini juga tidak menuntut untuk dipekerjakan kembali. Tapi hak sebagai pekerja tentu ada. “Kita ingin dengar langsung dari pimpinan perusahaan, kebijakan apa yang diambil untuk para buruh ini,” ungkapnya.

Seperti diketahui, sekitar 343 buruh yang sebagian besar warga NTT di PHK secara sepihak dan diusir dari camp tempat tinggal mereka di perusahaan PT WTC. Saat ini, ratusan buruh beserta keluarga mereka tinggal di aula Kantor Camat Karangan.

Mereka di PHK dan diusir dari tempat tinggalnya, karena dianggap tidak mau bekerja lagi oleh pihak perusahaan. Setelah melakukan mogok kerja selama dua bulan. Aksi mogok kerja ini pun bermula dari tuntutan kesejahteraan dan layanan kesehatan yang tidak diperoleh secara paripurna. Berulang kali pekerja mengajukan protes, namun tidak mendapat respon dari perusahaan. Hingga akhirnya menempuh jalan mogok kerja.

Beruntung, mereka pun mendapat perhatian dari banyak pihak. Termasuk warga setempat dan organisasi masyarakat yang memberi bantuan sembako dan bahan pangan siap saji bagi para pengungsi ini. Tak hanya itu, pihak kecamatan pun turun tangan memberi bantuan layanan kesehatan dan air bersih bagi mereka.

“Bantuan air bersih didatangkan menggunakan tangki. Kemudian didistribusikan pada masing-masing kepala keluarga menggunakan jerigen. Agar semua kebagian. Ada pula sumbangan dari organisasi Kerukunan Keluarga Banjar di Karangan dan masyarakat Long Bagun, berupa sembako,” kata Camat Karangan, Madnuh.(rb04)

Comment here