Berita PilihanKutai Timur

Ratusan Personel Gabungan Ikuti Apel Kesiapsiagaan Karhutla Sangatta Utara

RUMAHKARYABERSAMA.COM, SANGATTA – Dalam upaya mencegah dan mengendalikan terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara bersama bersama Kepolisian, TNI dan masyarakat laksanakan apel gabungan.

Apel gabungan digelar pagi tadi di halaman Kantor Camat Sangatta Utara, Rabu (25/9/2019).
Peserta apel gabungan terdiri dari unsur Muspicam Sangatta Utara, Kapolsek Sangatta Utara, Danramil , unsur TNI, Staf Ahli Bupati Drs.Syahrir dan masyarakat.

Dalam sambutan AKBP Suroso Sebagai Tim Kasatgas Asistensi Karhutla Polda Kalimantan Timur untuk wilayah Samarinda, Kutai Timur dan Bontang. Mengatakan bahwa kebakaran hutan dan dan lahan (karhutla) di wilayah Kaltim masih kondusif dibandingkan 6 provinsi seperti Kalsel, Kalbar, Kalteng, Jambi, Riau dan Sumsel.

“Tingkat kebakaran hampir 70 hingga 80 persen dan kualitas udara 500 sampai 600. Untuk mendekati normal yaitu 50, bahwa ada 50 titik hot spot kebakaran di wilayah Muara Ancalong sudah berkurang hingga 3 tirik, sementara Sangatta Selatan dan Bengalon hanya terdapat 1 titik hot spot, jadi secara keseluruhan titik hot spot menurun menjadi 5 titik berkat kerjasama masyarakat dan TNI Polri peduli terhadap spot yang ada,” jelas Suroso.

Lebih lanjut Suroso menjelaskan bahwa kebakaran lahan yang terjadi kemarin sore di Sangatta Selatan dan Jalan soekarno Hatta karena unsur kesengajaan. ” itu terjadi karena sengaja dibakar sejumlah orang atau masyarakat, dan 4 orang tersebut kini telah diamankan,” ungkapnya.

Dijelaskannya lagi bahwa untuk Kalimantan Timur di wilayah Berau, Pasir Kemudian Kutim merupakan wilayah yang terparah tingkat kebakaran. Sampai sekarang Paser terparah dari Kutai Tmur sehingga kota grogot sudah tidak sehat lagi untuk beraktifitas di luar ruangan dengan 155 samapai 200 pesres sehingga rawan untuk penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Tapi Kutai Timur dengan tingkat 76 persen sehingga masih aman.

“Kita ketahui bersama bahwa Karhutla terjadi setiap tahun,yaitu pada bulan Juni sampai September, perubahan iklim global yang mempengaruhi cuaca seluruh dunia. Mari kita bentuk tim kecil terpadu antara TNI Polri dan Masyarakat peduli api. Dengan terbentuknya tim kecil yang akan bergerak melalui tindakan prefentif,berupa sosialisasi, forum diskusi dan himbauan sehingga akan terlihat keterpaduan keterkaiatan apel satgas karhutla,” tegasnya.

Suroso mengapresiasi kepada peserta apel pagi , luar biasa dengan pserta apel yang sudah cukup banyak. Diimbau kepada masayrakat tidak bakar sampah, sebab akan terpantau oleh titik api yang ada di satelit.(advertorial/Diskominfo Perstik Kutim/*5)

Comment here