BeritaKriminalKutai Timur

Dicabuli, Bocah 9 Tahun Pulang Sambil Menangis

RUMAHKARYABERSAMA.COM, MUARA WAHAU – Bocah usia 9 tahun berlari pulang sambil menangis. Melihat hal itu neneknya langsung bertanya, mengapa ia sampai menangis. Sebab sebelum izin pergi memperbaiki sepedanya, tidak terjadi apa-apa. Usut punya usut, ternyata bocah tersebut baru saja jadi korban pencabulan oleh tetangganya sendiri, seorang kakek yang berusia 50 tahun.

Saat ini, kasus tersebut sedang dalam penanganan aparat Polsek Muara Wahau. Kakek berinisial LR sudah diamankan dan diperiksa intensif terkait masalah yang merugikan masa depan bocah tersebut.

“Tersangka sudah kami amankan dan sedang dalam pemeriksaan intensif. Ia dijerat undang undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak, yang menyebutkan di “Pasal 76D, setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain,” ungkap Kapolres Kutai Timur AKBP Teddy Ristiawan melalui Kapolsek Muara Wahau, Sukirno, Sabtu (10/8/2019).

Kejadian tersebut bermula saat Melati, sebut saja begitu, tersebut pergi ke bengkel untuk memperbaiki sepedanya. Namun bengkel yang dituju tutup. Ia pun kembali pulang. Namun di pertengahan jalan ia dipanggil oleh tersangka yang mengatakan akan membantu memperbaiki sepeda tersebut. Namun, alih-alih memperbaiki sepeda, Melati justru mendapat perlakuan yang tak pantas.

“Neneknya kaget, melihat cucunya pulang dalam keadaan menangis. Ditanya, kamu kenapa, si cucu menjawab, tadi ada orang di rumah kuning tusuk-tusuk kemaluan orang. Si nenek pun berkata, ah biar aja, asal bukan kamu,” kata Sukirno.

Melati pun kembali bertanya, kalau kemaluan orang dicucuk-cucuk, bisa hamil kah? Si nenek pun menjawab bisa. Tak disangka, si cucu langsung berteriak dan berkata, kalau begitu aku yang hamil. Melati pun diminta menunjukkan rumah tersangka. Sampai di rumah tersebut, sang nenek langsung memarahi tersangka. Tak cukup sampai di situ, nenek dan Melati melaporkan masalah tersebut ke Polsek Muara Wahau.(rb04)

Comment here