Berita PilihanKutai Timur

Peserta KKN STIPER Diminta Kembangkan Potensi Desa

RUMAHKARYABERSAMA.COM, SANGATTA – 132 Peserta Kerja Kuliah Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pagi tadi dilepas langsung oleh Bupati Kutim Ir H Ismunandar MT. Pelepasan peserta KKN STIPER berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kutim, Kamis (18/7/2019).

“Syukur Alhamdulilah adik-adik STIPER peserta KKN tahun 2019 mendapatkan lokasi yang cukup baik di Kecamatan sandaran, jangan khawatir pastinya nanti camatnya akan sering berkunjung untuk memantau adaik-adik peserta KKN,” kata Bupati Kutim Ir H Ismunandar MT di hadapan ratusan peserta KKN.

“Nanti adik-adik akan merasakan bagaimana sulitnya sinyal disana nantinya, mengapa Sandaran..? ini untuk menunjukan bahwa Kabupaten Kutim itu sangat luas bahakan luasnya melebihi dua kali Jawa Barat,” tambahnya.

Ismunandar berharap agar semua siswa Kutim dapat mengenal wilayah yang ada di Kabupaten Kutim dan sepulang dari Kecamatan Sandaran nantinya ada ide, gagasan maupun masukan apa yang sebenarnya yang cocok untur pertumbuhan dan perkembangan perekonomian masyaraat disana.

“Seperti contoh bahwa di Sandaran cukup banyak komuditas pohon kelapa, bagaimana untuk mengembangkan kelapa yang cukup berlimpah di Sandaran mungkin bisa di buat minyak Baby Oil atau inovasi-inovasi yang bisa menciptakan produk-produk unggulan yang diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan serta peningkatan perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

Sebelumnya ketua panitia KKN STIPER tahun 2019 Prof Dr Ir Juraemi M Si menjelaskan bahwa di Kecamatan Sandaran terdapat sembilan desa namun hanya tujuh desa yang akan di jadikan lokasi peserta KKN.

“Mengapa dua desa tersebut tidak dijadikan lokasi karena atas saran Camat Sandaran bahwa untuk menuju desa tersebut terlalu jauh letaknya serta musim selatan gelombang besar. beberapa hari yang lalu seluruh peserta KKN sudah dibekali oleh beberapa narasumber dari instansi terkait seperti perkebunan, pertanian, pemberdayaan masyarakat dan lain sebagainya,” jelas Juraemi.(advertorial/Diskominfo Perstik Kutim/*5)

Comment here