Buka Rakordal Pembangunan, Bupati Ingin Desa Punya PADes

pampflet RKB

IMG 20190701 WA0017

RUMAHKARYABERSAMA.COM, SANGATTA – Dalam upaya menjamin terlaksananya rencana pembangunan daerah yang mampu mendorong pencapaian tujuan pembangunan daerah dan sebagai upaya untuk memberikan pengaruh positif pada pencapaian tujuan pembangunan nasional, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melaksanakan rapat koordinasi pengendalian (Rakordal) pembangunan yang diikuti oleh seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), para Camat dan Kepala Desa se Kabupaten Kutim di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Senin(1/7/2019) pagi tadi.

“Beberapa waktu lalu saya berkunjung ke beberapa desa yang ada di Kutim dan saya temui ada beberapa desa yang berinovasi untuk meningkatkan pendapatan asli daerahnya berupa Pendapatan Asli Desa (PADes). Seperti di Kaubun membuat kolam renang dengan dana desa,Desa Bumi Jaya dengan mengembangan wisata kulinernya dan menurut kepala desanya ini cukup untuk mendatangkan penghasilan pendapatan desanya,” kata Bupati Kutim Ir H Ismunandar MT dalam sambutannya, saat membuka Rakordal Pembangunan.

“Dengan pengembangan tempat-tempat wisata ini akan mengundang minat para wisatawan untuk datang ke Kecamatan sehingga dana desanya dapat di investasikan untuk pembangunan fasilitas wisata, yang nantinya dapat menghasilkan pendapatan desa, inilah maksud saya bahwa dana desa ini benar-benar kita manfaatkan dan mendapatkan hasil,” ungkapnya.

Rakordal pembangunan juga membahas tentang penyerapan anggaran pembangunan dari seluruh SKPD hingga per kecamatan. Program pembangunan yang sudah dilaksanakan, tengah berproses hingga yang memasuki tahap finishing. Baik menggunakan melalui belanja di SKPD maupun Dana Desa (DD) atau Alokasi Dana Desa (ADD).

Berdasarkan laporan dari Kepala Bagian Pembangunan Setkab Kutim Poniso Suryo Renggono realisasi belanja APBD Kutim per 10 Juni 2019, untuk pos belanja pada APBD Rp 3,5 triliun, baru terserap Rp 1,2 triliun atau 34,75 %. Yakni, belanja langsung Rp 2,3 triliun, baru terserap Rp 852,7 miliar keuangan 36,34 % dan fisik 36,69%. Sedangkan belanja tidak langsung tercatat Rp 1,1 triliun, baru terserap Rp 366,7 miliar, keuangan 31,57 %.

Dari jumlah tersebut, ada gambaran paket umum yang menjadi program pada 2019 ini. Dengan total paket berjumlah 5.390 paket senilai Rp 3,5 triliun. “Terdiri dari paket umum strategis dan paket umum non strategis. Paket strategis berjumlah 197 paket senilai Rp 479,5 miliar dan paket non strategis atau swakelola sebanyak 3.193 paket senilai Rp 518 miliar.(advertorial/Diskominfo Perstik Kutim/*4*5)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *