Berita PilihanKesehatanKutai Timur

Angka Penyakit Tidak Menular Jadi Perhatian Serius

RUMAHKARYABERSAMA.COM, SANGATTA – Sebanyak 21 Puskesmas se Kabupaten Kutai Timur (Kutim) ikuti pertemuan evaluasi pencapaian program kesehatan bersumber dana bantuan oprasional kesehatan (BOK) dan pelaksanaan program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga (PIS PK).

Kegiatan berlangsung pagi tadi di Ruang Damar Gedung Serbaguna Bukit Pelangi, Selasa (30/7/2019). Diikuti 42 peserta, terdiri dari 21 pimpinan puskesmas dan 21 pemegang program di 21 puskesmas yang ada di Kutim.

“Kegiatan BOK dan PIS PK ini merupakan program nasional yang digagas oleh pemerintah, dengan tujuan untuk mewujudkan masyarakat yang sehat baik secara jasmani, rohani, sosial, lingkungan maupun sehat terhadap akses pelayanan yang bermutu,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutim dr H Bahrani, ditemui usai membuka kegiatan evaluasi pencapaian program kesehatan.

Menurut dia, ada empat prioritas utama yang ditujukan PIS PK ini yang pertama adalah bagaimana menurunkan angka kematian ibu dan bayi, kedua perbaikan gizi masyarakat seperti stunting, pencegahan penyakit menular seperti TBC, HIV dan lain sebagainya serta pencegahan penyakit tidak menular apakah itu stroke, jantung, ginjal dan lainnya.

Sebelumnya dalam rapat daerah di Provinsi Kalimantan Timur beberapa waktu lalu didapatkan data bahwa di Kaltim untuk angka stroke tertinggi se Indonesia dan kencing manis menduduki peringkat ke dua.

“Ini artinya menjadi tugas berat bagi kita semua untuk bagaimana penyakit-penyakit tidak menular ini dapat segera diturunkan, oleh karena itu Dinkes Kutim terus aktif untuk turun langsung ke kecamatan-kecamatan untuk mensosialisasikan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas),” ujarnya.

Di dalam Germas tersebut, kata Bahrani, ada beberapa hal penting, di antaranya cek kesehatan secara teratur, enyahkan asap rokok, rajin olahraga, diet seimbang, istirahat cukup dan kelola stres (CERDIK) dari enam poin ini.

Dengan kegiatan pendatan tersebut Bahrani berharap semua puskesmas di kutim dapat mencapai 100 %, sehingga semua terdata dan dari data tersebut nantinya akan di olah sehingga permasalahan kesehatan khususnya di Kutim bisa segera di programkan dan ditangulangi permasalahnnya.(advertorial/Diskominfo Perstik Kutim/*5)

Comment here