Berita PilihanKesehatanKutai Timur

Dinkes Gandeng Seluruh Elemen Tangani Kasus TB di Kutim

RUMAHKARYABERSAMA.COM, SANGATTA – Dalam upaya menangani atau menekan tingginya angka kasus Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Dinas Kesehatan Kutim laksanakan sosialisasi penguatan public private mix TBC atau jejaring TBC. Sosialisasi digelar pagi tadi di Hotel Royal Victoria Sangatta, Selasa (30/7/2019).

Diikuti 55 peserta, terdiri dari organisasi profesi kesehatan, rumah sakit pemerintah/swasta, praktek klinik mandiri, klinik swasta, lintas sektor penyedia layanan organisasi kemasyarakatan dan apotik.

“District based public private mix (DPPM) merupakan pendekatan komprehensif dengan melibatkan secara sistematis semua fasilitas layanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta dalam penanggulangan TBC,” jelas Kepala Dinkes Kutim dr Bahrani.

Dalam penerapan DPPM diperlukan sosialisasi yang diharapkan menghasilkan kesepakatan atau keputusan yang berkekuatan hukum, yang juga bertujuan untuk meningkatkan program kerja jejaring TBC di Kabupaten Kutim, guna meningkatkan terselenggaranya mekanisma kolaborasi TBC HIV AIDS di tingkat manajeman sampai di tingkat pelayanan.

“Tujuan khususnya meningkatkan angka temuan dan angka keberhasilan pengobatan kasus TBC di Kabupaten Kutim dan Provinsi Kalimantan Timur, serta terbentuknya PPM di Kutim dan meningkatkan peran Dinkes Kutim sebagai koordinator sebagai pihak yang bertanggungjawab,” tambahnya.

Sebelumnya Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di Dinkes Kutim, Muhammad Yusuf menjelaskan bahwa dengan bertambahnya beban TBC baik di Indonesia maupun di Kabupaten Kutim seperti kasus TBC MDR (Multi Drug Resisten), TBC HIV AIDS, TB CDM, TBC pada anak dan masyarakat rentan lainnya maka akan meningkatnya sasaran estimasi kasus insiden TBC di Kabupaten Kutim.

“Pada tahun 2011 diperkirakan insiden kasus TBC sebanyak 1.320 termasuk 586 kasus TBC HIV AIDS dan ada 25 kasus TBC resisten obat atau MDR. Dan untuk menemukan insiden sebesar itu diperlukan perjenjangan penjaringan penjaringan terhadap suspek atau terduga TBC sebanyak 7128 di poppulasi dan rentan TBC yang ada di tengah masyarakat,” kata Yusuf.

Lebih lanjut Yusuf mengatakan bahwa untuk mencapai target tersebut maka diperlukan dukungan dan upaya kerjasama, mengembangkan dan menguatkan mekanisme koordinasi serta kemitraan baik antara pemerintah dengan pemerintah seperti Dinkes dengan fasilitas pemerintah seperti TNI POLRI dan lainnya, pemerintah dengan swasta.

Pertemuan turut dihadiri Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dr Sulistya Widada, Kasi P2M Dinkes Provinsi Kaltim, dr Setiawati dan Hj Encik Widyani Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Kaltim.(advertorial/Diskominfo Perstik Kutim/*5)

Comment here