Ismunandar Dukung Pembentukan Kabupaten Sangkulirang

IMG 20190220 WA0042
IMG 20190301 WA0000

RUMAHKARYABERSAMA.COM, SANGKULIRANG – Deklarasi Pembentukan Kabupaten Sangkulirang digelar di Gedung Habibie, Kecamatan Sangkulirang, Kamis (28/2/2019). Disaksikan Bupati Kutai Timur, Ir H Ismunandar MT dan Sekda Drs H Irawansyah M Si yang merupakan putra daerah kelahiran Sangkulirang.

Deklarasi didukung berbagai kalangan, terutama para tetua warga Sangkulirang. Satu di antaranya adalah HM Rusli BA, mantan Camat Sangkulirang pertama pada 1960 an. “Bak gayung bersambut, ternyata Bupati Kutim Ismunandar juga setuju, adanya deklarasi pembentukan Kabupaten Sangkulirang,”ungkap Rusli.

Membentuk kabupaten baru, menurut Rusli, memerlukan sebuah perjuangan panjang dan perjuangan itu dimulai hari ini. Dimana untuk menjadi kabupaten baru, harus melengkapi beragam persyaratan, mulai dari persyaratan administratif, persetujuan DPRD Kabupaten Kutim, DPRD Provinsi Kaltim dan Gubernur. Serta adanya rekomendasi Menteri Dalam Negeri juga.

“Dari sisi persyaratan, Sangkulirang telah memenuhi persyaratan. Baik luas wilayah, tertib administratif, dan sektor kekayaan alamnya. Sangkulirang punya, perkebunan kelapa sawit, batubara, tambang besi, ditambah lagi potensi pariwisata yang bisa digarap maksimal,” ungkap Rusli.

Rusli juga menegaskan komitmennya untuk bersama-sama membesarkan dan memajukan Sangkulirang. “Sangkulirang ke depan bisa jadi lebih maju dari Kutim. Karena semua ada. Saya juga mengimbau pada warga Sangkulirang dapat tertib administrasi, baik dalam beragam perizinan, tertib lalu lintas dan harus mampu membangun perilaku, moral, etika, hormat menghormati dan kesantunan. Jika Kabupatennya mau dikatakan sukses,” ujar Rusli.

Di tempat yang sama, Bupati Ismunandar sebagai putra daerah Sangkulirang yang juga Ketua Kerukunan Warga Sangkulirang, sangat mendukung. Bahkan dari jauh hari. Karena Daerah Otonomi Baru (DOB) sangat membantu pertumbuhan pembangunan daerah tersebut. “Mengapa DOB, luas Kutim sangat memungkinkan untuk berdirinya DOB. Karena melihat luas wilayahnya, tidak mungkin bertumpu pada satu kabupaten saja untuk membantu pembangunan,” kata Ismunandar.(Advertorial/Kominfo Perstik Kutim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *