Tingkatkan Daya Saing, Uci Dorong Pelaku Usaha Terus Berinovasi dan Manfaatkan Teknologi

IMG 20241107 WA0018

rumahkaryabersama.com. Tingkatkan Daya Saing, Uci Dorong Pelaku Usaha Terus Berinovasi dan Manfaatkan Teknologi – Sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dikenal menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Lebih dari 99 persen dari unit usaha di Indonesia merupakan pelaku usaha mikro. Dilansir dari Kadin Indonesia, pada tahun 2023 pelaku usaha UMKM mencapai sekitar 66 juta.

Kontribusi UMKM mencapai 61% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia, setara Rp.9.580 triliun. UMKM menyerap sekitar 117 juta pekerja (97%) dari total tenaga kerja. Dengan jumlah yang mencapai 99% dari keseluruhan unit usaha, membuat UMKM menjadi tulang punggung ekonomi karena perannya yang sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Bacaan Lainnya

Dominasi usaha mikro di Indonesia perlu didorong untuk naik kelas. Dengan naik kelas, usaha milik pelaku UMKM bisa berkembang. Tidak terkecuali di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) juga diharapkan bisa terus melaju dan menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat di Kutim. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan berbagai inovasi dan trobosan yang fundamental untuk mencapai target yang di inginkan.

Anggota DPRD Kutim Uci saat ditemui awak media ini menyebut, untuk mencapai hasil tersebut perlu adanya trobosan serta inovasi yang harus di lakukan yang di barengi dengan dukungan melalui kebijakan dari Pemerintah Daerah. “Hal ini bertujuan untuk terus meningkatkan kualitas serta daya saing produk yang dihasilkan oleh para pelaku UMKM. Terutama produk olahan makanan atau kuliner,” ucapnya.

Uci mengaku kualitas produk UMKM Kutim tidak kalah saing dengan produk yang dihasilkan dari daerah lain di Indonesia. Meskipun memiliki kualitas yang baik. Namun dirinya berharap para pelaku UMKM untuk terus berinovasi dalam mengembangkan produk yang dihasilkan.

“Di era kemajuan teknologi saat ini. Memudahkan kita untuk mendapatkan informasi yang kita butuhkan. Saya harap teman-teman UMKM bisa memanfaatkan itu,” ujarnya.

Selain memanfaatkan kemajuan tekhnologi sebagai media untuk belajar dan berkembang. Hadirnya media sosial dan serta toko online (Market Place) juga menjadi peluang baru yang bisa di optimalkan untuk pengembangan dan promosi produk yang dihasilkan.

“Sekarang hampir masyarakat kita memiliki Handphone yang sudah bisa mengakses itu, baik itu media sosial maupun Marketplace. Dan itu bisa menjadi peluang yang sangat bagus untuk mengembangkan produk yang mereka hasilkan. Dan tentunya ini akan mampu meningkatkan pendapatan perekonomian mereka,” pungkasnya.(adv/dprd/05/wa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *