BeritaBerita PilihanKutai TimurLingkunganPertanianPeternakan

Ciptakan Petani Mandiri, Kadispertan Imbau Petani Optimalkan SDA Yang Ada

RUMAHKARYABERSAMA.COM, KAUBUN – Dalam upaya mewujudkan visi dan misi Bupati Kutai Timur dan Wakil Bupati Kutim Dinas Pertanian dan Petrenakan (Dispertan) Kutim akan terus mendorong daya saing masyarakat yang berbasis sektor pertanian.

“Untuk mengimplementasikannya Dispertan Kutim akan mewujudkan kelompok-kelompok petani maupun peternak yang mandiri, mandiri artinya, tidak selalu mengandalkan bantuan dari pemereintah. Seperti kelompok yang sudah mendapatkan bantuan bibit, baik itu bibit padi maupun ternak dan yang lainnya, maka kedepan tidak ada lagi permintaan bantuan yang sama,” ungkap Kadispertan Kutim, Dyah Ratnaningrum.

Kembali dikatakannya, bahwa hal tersebut bertujuan agar tercipta kelompok-kelompok yang mandiri atau petani mandiri. Petani di Kutim diharapkannya juga dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada di Kutai Timur.

“Seperti contoh di Desa Bumi Rapak, Kecamatan Kaubun, yang memiliki kapasitas bendungan sekitar 1500 ha, artinya dapat mengairi 1500 ha sawah, namun untuk saat ini baru termanfaatkan hanya 515 ha saja, ini sayang sekali, seharusnya bisa dioptimalkan dengan berbagai cara,” tegasnya

Petani melakukan proses penanaman padi perdana (15/11/21)

Selanjutnya terkait dengan peternakan, seperti peternakan sapi, hampir disemua desa-desa yang ada di Kutai Timur untuk pakannya sangat berlimpah.

“Kedepan menjadi mimpi saya, bahwa jerami padi dari hasil panen tidak dibuang begitu saja, karena bisa diolah menjadi pakan ternak, karena kandungan lignin jerami memang sangat tinggi dan serat kasarnya juga sangat tinggi, namun dengan beberpa perlakuan khusus maka akan dapat menjadi pakan ternak yang tersedia sepanjang tahun,” Kata Kadispertan Kutim yang baru saja dilantik.

Dalam satu hektar sawa dapat menghasilkan 5 ton jerami, jika dikalikan dengan ribuan hektar sawah yang ada di Kutai Timur, maka akan dapat mencukupi ribuan ternak sapi.

“Ribuan sapi yang akan dapat kita hidupi dari jerami ini, karena satu ekor sapi dengan berat 200-300 kg hanya memerlukan per hari 50 kg jerami. Dengan permentasi maka tekstur jerami akan menjadi lebut, nutrisinya meningkat dan bahkan rasanya lebih enak bagi sapi,” ungkapnya. (Advetorial/Diskominfoperstik/Rb05R)

Comment here