BeritaInfrastrukturInvestasiKalimantan TimurKutai Timur

Program Infrastruktur Terdahulu Akan Terus Berlanjut

 

RUMAHKARYABERSAMA.COM, KALIORANG – Kepemimpinan ASKB akan mengalokasikan 50 persen untuk pembiayaan infrastruktur, dimana sempat dikemukakan oleh Bupati Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M. Si pada musrenbang di Kecamatan Sandaran. hal tersebut di pertegas kembali oleh Wabup Dr. H. Kasmidi Bulang, ST. MM dihadapan para awak media. Selasa (23/3/21)

Infrastruktur menunjang program Pemerintah Daerah, baik dari segi pendidikan, ekonomi, kesehatan dan juga pariwisata agar mudah diakses masyarakat.

Wabup Kasmidi mengatakan ” Infrastruktur pada pendidikan itu harus jelas, sedangkan kesehatan juga infrastrukturnya harus clear dan pariwisata sendiri untuk menunjang tujuh bidang dalam membangun Kutai Timur supaya program – program lain bisa jalan. Tentunya sumber daya manusia juga kita benahi segera” Katanya

Lebih lanjut Wabup Kasmidi mengatakan bahwa program – program sebelumnya tidak ada yang diputus, ” Seperti jalan yang ada di Desa Sandaran menuju Manubar , dihulu ada jembatan yang di Kec. Telen serta Desa Senambah, ngayau dan Mulupan di Kec. Muara Bengkal akan kita lanjutkan, karena itu semua bagian dari prioritas yang akan menunjang akses dari Desa ke Desa dan dari Kecamatan ke Kecamatan.” Ujarnya

Disinggung terkait hak Kutim di Kipi Maloy Kasmidi menjelaskan bahwa pengelolaan ada di Pemerintah Provinsi “setelah kita soan ke pak Gubernur dan beliau menyatakan bahwa Kipi Maloy untuk sementara dikasih free dulu, biarkan berkembang terlebih dahulu dan jangan dulu ada redtrebusi, dan setelah berkembang baru berbicara kedepannya. Supaya Kipi Maloy cepat tumbuh, cepat ada investor dan ada investasi didalamnya sehingga programnya jalan” Jelas Kasmidi

Pemerintah Berharap dengan tidak adanya redtrebusi dengan pertimbangan bahwa ada kontrak untuk membangun agar ada keuntungan bagi Pemerintah.

“Ini memang belum menjadi keputusan tapi arahnya kesana, karena pak Gubernur memberi masukan agar tidak ada redtrebusi dulu, biarkan dulu masuk berinvestasi, kalau sudah hidup baru kita pikirkan.” Tutupnya (Rb.01.03.07)

Comment here