BeritaInfrastrukturKutai TimurSosial

160 Rumah di Desa Mawai Indah Sudah Menikmati Layanan Spamdes Dari Tahun 2018

RUMAHKARYABERSAMA.COM, BATU AMPAR- Minggu (29/11/20) Dari Desa Mawai Indah geliat pembangunan infrastruktur dasar seperti air bersih dan infrastruktur telekomunikasi sudah dapat dinikmati oleh masyarakat, dengan luas wilayah Kabupaten Kutai Timur 35.747,62 km2 Pemerintah Daerah terus berupaya agar seluruh desa bisa menikmati pembângunan infrastruktur dasar seperti air bersih, salah satu contohnya spamdes yang dibangun bekerjasama dengan kementrian ESDM dan Pemerintah Daerah membangun Spamdes di Desa Mawa Indah Kecamatan Sandaran dari tahun 2018 dan saat ini sudah memasuki tahun ketiga masyarakat di Desa Mawai Indah bisa menikmati air bersih olahan. 

Kepala Desa Mawai Indah Robert Andriansyah saat ditemuai awak media rumahkaryaberama.com mengatakan “ saat ini sudah ada 160 rumah yang dialiri air bersih olahan atau spamdes, pembiayaan pembangunan spamdes ini sendiri menggunakan dana APBD 2018 dan tahun 2019 menggunakan dana APBD dan DAK, sedangkan pembangunan sumurnya bantuan dari Kementrian ESDM. Tapi dalam hal ini kami juga sedikit mengaalami kendala dilapangan salah satu kendalanya dimana kami harus merubah kebiasaan masyarakat yang awalnya mereka menggunakan air sumur biasa, beralih menggunakan spamdes” kata robert.

Untuk peningkatan akses air bersih oleh masyarakat, hingga tahun dari 2019 telah tersedia Instalasi Pengolahan Air (IPA) di seluruh Kecamatan dan beberap Desa, baik dari PDAM maupun melalui pemberdayaan masyarakat melalui program Penglolaan Air Minum Berbasis Masyarakat Perdesaan ( Spamdes ) dan Penyedian Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas)

Lebih lanjut Robert mengatakan “ tidak menutup kemungkinan dari 160 rumah akan terus bertambah, tapi perlahan dengan memberikan sosialisasi ke masyarakat beralih dari air sumur ke air olahan, dan sampai saat ini ada rumah yang berada diketinggian sudah juga dialiri spamdes. untuk retrebusi spamdes ini dikelola sendiri oleh perangkat desa dan bumdes, dan kami juga sudah studi banding di Jogja Gunung Kidul dimana kebutuhan air sangat susah dan sekarang mereka juga bisa menikmati air bersih dengan menggunakan spamdes. selain itu juga kami belajar metode perhitungn retrebusinya, dan kalau menggunakan mesin diesel maka masyarkat yang menggunakan spamdes membayar Rp. 10.000/kubiknya dan biaya meterannya Rp. 10.000,” ungkap robert.

 

Untuk diketahui jumlah penduduk yang mendapat pelayann air bersih Pada tahun 2019 untuk kawasan perkotaan dan kawasan pedesan masing – masing adalah 109.127 jiwa dan 47.450 jiwa, dimana cakupan pelayanan air bersih jika dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya mengalami peningkatan (sumber : PDAM Tirta Tuah Benua Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020)

Menutup wawancara dengan Kades Mawai Indah Robert Andriansyah mengatakan “selain itu di Desa kami di tahun 2020 ini jaringan telekomunikasi sudah bisa kami nikmati, dan ada dua provider yang bisa digunakan, dengan menggunakan jaringan 4G” tutup Robert (Rb02)

Comment here