Kumpulkan Kontraktor KPC, Kasmidi Minta NPWP Pekerja Dipindah ke Kutim

IMG 20190828 WA0035

 

RUMAHKARYABERSAMA.COM,* SANGATTA – Hingga saat ini, keuangan daerah Pemkab Kutai Timur masih sangat bergantung pada dana bagi hasil. Porsinya, 80 dana bagi hasil dan 20 persen dari PAD. Hal ini menjadi miris, ketika Pemerintah Pusat memangkas penyaluran dana bagi hasil yang menjadi hak daerah. Keuangan pun menjadi tak sehat, utang menumpuk dan pembangunan melambat.

Agar tidak terus bergantung pada dana bagi hasil, Pemkab Kutim melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) berupaya menggali sumber-sumber pendapatan lainnya yang berpotensi. Satu di antaranya pajak penghasilan pekerja. Dengan mengimbau seluruh perusahaan yang beroperasional di Kutai Timur memindahkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) karyawannya dari lokasi pertama terdaftar ke Kutai Timur, tempat dimana karyawan tersebut mencari rezeki.

Rabu (28/8/2019), Bapenda Kutim mengumpulkan sekitar 261 perwakilan perusahaan yang beroperasi di Kutim, sebagai Sub Kontraktor PT Kaltim Prima Coal (KPC). Dalam acara bertajuk NPWP Cabang turut serta membangun Kutai Timur yang berkelanjutan, ratusan perusahaan tersebut diminta memindahkan NPWP pekerjanya ke Kutim.

IMG 20190828 WA0036

“Dari hasil absen perusahaan yang hadir, masih separuhnya belum ber NPWP Kutim. Kami harapkan ada keseragaman agar semua bisa ber NPWP Kutim. Ini hanya memindahkan. Dari yang tadinya bayar di luar Kutim, pindah ke Kutim, dimana tempat perusahaan beroperasional. Tujuannya sama, supaya kita bisa membangun Kutim, lewat kontribusi para pekerja yang ada,” kata Wakil Bupati Kutai Timur, H Kasmidi Bulang ST MM yang membuka kegiatan tersebut.

Menurutnya, pemindahan pajak yang diminta Pemkab Kutim tidak akan mempengaruhi jumlah pajak penghasilan yang dipotong dari pendapatan para pekerja. “Ini hanya pemindahan NPWP saja. Dengan ber NPWP Kutim, diharapkan karyawan melalui perusahaan bisa melaporkan pajaknya secara benar dan jujur serta transparan.

“Dengan NPWP Kutim, tentu pendapatan pajak bagi daerah Kutim akan sedikit meningkat. Pekerja perusahaan yang mencari nafkah di Kutim juga terkena imbasnya. Infrastruktur bisa lebih baik, fasilitas ibadah juga meningkat dan masyarakat setempat juga menikmati manfaat kehadiran perusahaan di daerahnya,” ujar Kasmidi.(advertorial/Diskominfo Perstik Kutim/*1/*4)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *