Gelar Bukber, PT KPC Jelaskan Program Pasca Tambang

IMG 20190601 WA0000

RUMAHKARYABERSAMA.COM, SANGATTA – Dengan mengusung tema merajut silahturahmi !dalam kebersamaan membangun Kutai Timur, PT Kaltim Prima Coal (PT KPC) gelar buka puasa bersama dengan wartawan yang ada di Sangatta, yang berlangsung di Area Coffee Shop Tanjung Bara, Jumat (31/5/2019).

“Saya masih ingat tahun lalu dalam kegiatan yang sama, namun pada saat itu kita berbicara tentang fotografi dan ada kegiatan lombanya. Namun pada tahun ini kami (PT KPC) sepakat untuk tidak mengadakannya pada tahun ini, takut itu-itu saja yang menjadi juaranya,” kata General Manager External Affairs & Sustainable Development Wawan Setiawan.

Pada kesempatannya Wawan Setiawan menjelaskan beberapa pengalamnya bersama wartawan-wartawan senior yang ada di Sangatta. Disampaikannya bahwa profesionalitas itu berada di teman-teman wartawan yang memiliki berbagai karakter yang berbeda-beda, “Seperti contoh Pak Silvester agak melenceng namun konsisten dalam menulis,” candanya.

IMG 20190601 WA0001

“Alhamdulillah KPC sebagai perusahaan tambang yang besar selalu patuh dan konstan dengan penerapan prestisus, bahwa tidak ada gading yang tidak retak, kesempurnaan hanya milik yang diatas, bahwa KPC ada sedikit kekurangan dan kelebihan itu merupakan perjalanan yang kita lakukan,” ucapnya.

“PT KPC selalu menerapkan program-program terkait dengan pasca tambang, seperti pengelolaan air agar tidak asam, NAF, PAF dan lain-lain. Seperti beberapa sumber air PDAM yang kita rasakan disitu terdapat sumber air telaga kenyamukan dari pasca tambang yang kualitasnya sudah nomor satu,” jelasnya

Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Kudungga memanfaatkan air dari telaga Kenyamukan di Pit Jupiter. Telaga ini menampung air dari sekitar hutan Pit Jupiter

Dijelaskannya bahwa dari sumber air pengelolaan pasca tambang pemerintah daerah bisa sevinng dalam satu tahun IPA Kudungga tersebut kurang lebih lima miliar.

“Kondisi ini akan mengurangi biaya produksi dari PDAM, karena air bakunya bagus, Sangatta sekarang hampir 70 hingga 80 persen terpenuhi jadi jika ingin indikator kota ini terpenuhi salah satunya adalah dari air,” ujar Wawan.

“Syukur Alhamdulillah pemerintah sangat menjadi patner kami karena ada bagian kebutuhan dasar yang sudah terpenuhi yaitu air dan listrik sehingga tinggal bergerak kepada kebutuhan tersier kepada masyarakat dan ini yang terus kita kejar,” imbuhnya.

Lebih lanjut General Manager Health Safety Environment & Security Imanuel Manege, berharap dalam kegitan selanjutnya tidak hanya seperti ini saja namun bisa lebih serius untuk melihat apa yang telah di kerjakan oleh PT KPC.

“Tidak hanya berbincang-bincang singkat dengan waktu yang lama, mungkin selanjutnya kita ingin lebih serius untuk mengetahui apa yang selama ini PT KPC kerjakan. Mungkin waktunya akan lebih baik setelah lebaran nanti,” kata Imanuel.

“Dan nantinya kita bisa paparan dan melihat langsung apa yang telah disampaikan, sehingga tidak ada anggapan bahwa apa yang kita bicarakan berbeda dengan apa yang disampaikan dilapangan,” ucapnya.

Dikatakannya lagi bahwa tambang ini adalah tambang yang besar sehingga mengelola tambang yang besar itu bukan pekerjaan yang mudah. (rb05)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *