Sambut Nyepi, Bupati Lepas Arak-arakan Ogoh-Ogoh

IMG 20190306 WA0033
IMG 20190306 WA0034
Bupati Ismunandar di dampingi Wabup Kasmidi Bulang melepas ogoh – ogoh

RUMAHKARYABERSAMA.COM, LONG MESANGAT – Rangkaian menyambut perayaan Nyepi tahun baru saka 1941 terus berlangsung di lingkungan umat Hindu Bali. Setelah melakukan upacara Melasti di pantai Kenyamukan, dermaga Pelabuhan Kudugga Sangatta, Minggu (3/3/2019) lalu, giliran umat Hindu Bali yang berdiam di Kecamatan Long Mesangat, melepas ogoh-ogoh.

IMG 20190306 WA0035
Bupati Ir. H. Ismunandar, MT dan Wakil Bupati H. Kasmidi Bulang, ST. MM

Pelepasan ogoh-ogoh dilakukan Bupati Kutai Timur Ir H Ismunandar MT didampingi Wabup H Kasmidi Bulang ST MM dan Camat Long Mesangat, Emanuel Eng dengan disaksikan ratusan warga di kecamatan tersebut, Rabu (6/3/2019) sore tadi.

Ogoh-ogoh atau patung yang menyerupai Bhuta Kala menurut ajaran agam Hindu lebih melambangkan karakter jahat pada alam. Ogoh-ogoh didirikan di atas tandu, kemudian diarak keliling desa diiringi tabuhan musik khas Bali. Di penghujung arak-arakan, ogoh-ogoh pun dibakar hingga menjadi abu. Hal ini sebagai simbol penyucian diri, menjelang perayaan Nyepi.
“Kerajaan Hindu tertua ada di Kutai, mulai Kerajaan Kudungga kemudian menyebar ke seluruh Indonesia. Hadirnya umat Hindu di Long Mesangat adalah kembali ke tanah leluhur juga. Semua warga Kutai Timur dan saling bersaudara,” ungkap Bupati Ismunandar sebelum melepas arak-arakan ogoh-ogoh di lapangan Desa Sumber Sari, Kecamatan Long Mesangat.

Usulan tempat ibadah dari warga setempat juga ditampung Bupati dan akan menjadi perhatian bersama. Untuk dapat direalisasikan dalam waktu dekat. “Kami selama diamanahi dan saat mau kampanye Pilkada, para pemangku mendoakan kami di sini. Makanya ketika ada panitia, kabari tanggal 6 saya upayakan hadir. Meski tadi paginya ada kegiatan di Samarinda,” kata Ismunandar.

Ismunandar juga berharap budaya menyambut Nyepi oleh warga setempat tidak luntur. Ogoh-ogoh buatan putra putri Desa Sumber Sari merupakan karya bersama yang bagus. Sebagai bentuk pelestarian budaya.

Selain melepas ogoh-ogoh, Bupati dan Wakil Bupati Kutim juga memberikan bantuan alat sarana olahraga pada warga setempat.(advertorial/Kominfo Perstik Kutim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *