Tim Tata Kelola jadi Usulan di Sangatta Utara

IMG 20190222 WA0003
IMG 20190220 WA0042

RUMAHKARYABERSAMA.COM, SANGATTA – Kecamatan Sangatta Utara lebih banyak mengusulkan tentang perbaikan infrastruktur, baik berupa semenisasi jalan dan gang hingga perbaikan drainase. Dari 38 usulan senilai Rp 32,5 miliar yang disampaikan tiga desa dan satu kelurahan, hampir seluruhnya ada kaitannya dengan infrastruktur.

IMG 20190222 WA0003

Bahkan, beberapa usulan yang sudah disampaikan tahun sebelumnya namun tak terlaksana, kembali diusulkan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang dipimpin Sekda Kutim, Drs H Irawansyah M Si bersama Camat Sangatta Utara, M Basuni.

IMG 20190222 WA0002

Selain mendengarkan paparan pembangunan di Kecamatan Sangatta Utara yang akan dilakukan pada 2019 ini, Sekda Irawansyah juga memberi kesempatan warga yang ingin bertanya atau memberikan saran.

Salah satu usul yang mengemuka, dilontarkan Ketua RT 10 Kelurahan Teluk Lingga, Ismaun. Ia mengusulkan adanya tim pengelola tata ruang, agar penataan kota lebih rapi. Hal ini ditenggarai, kerap terjadinya masalah lingkungan di kawasan pemukiman.

“Selokan yang tersumbat dan berujung banjir, terjadi hampir di separuh pemukiman di Sangatta Utara. Tak hanya yang berada di dalam gang, tapi juga di tepi jalan utama. Penumpukan sampah juga sering terjadi,” ungkap Ismaun.

Kritik juga dilontarkan tentang pemeliharaan lampu penerangan jalan umum yang menggunakan solar cell. Selain rusak akibat dicuri, sebagian lampu juga cepat sekali rusak.

Menanggapi keluhan warga, Irawansyah mengatakan Pemkab Kutim sudah memiliki sistem informasi dan manajemen perencanaan yang disusun oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama BPKP. Untuk menghindari tumpang tindih program di setiap OPD. “Dengan sistem ini, tidak ada lagi program yang tiba-tiba muncul,” ungkap Irawansyah.

Selain itu, prioritas pembangunan tetap bersinergi dengan program Gerakan Pembangunan Desa Mandiri dan Terpadu(Gerbang Desa Madu). Program yang tetap berfokus pada penyediaan infrastruktur dasar masyarakat. Seperti air bersih dan listrik yang saat ini sudah terpenuhi di atas 60 persen,” kata Irawansyah.(advertorial/Kominfo Perstik Kutim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *