75 Ton Tapioka Rantau Pulung Dikirim ke Jawa

IMG 20190215 WA0049

pampflet RKB fix
IMG 20190215 WA0049
Proses pengolahan singkong gajah menjadi tepung tapioka

RUMAHKARYABERSAMA.COM, RANTAU PULUNG – Kecamatan Rantau Pulung terus meningkatkan perekonomian masyarakatnya. Satu di antaranya dengan melakukan beberapa inovasi dan pelatihan-pelatihan. Dimana, sektor pertanian dengan produk singkong gajah yang menjadi unggulan.

Camat Rantau Pulung, Mulyono mengatakan, Kecamatan Rantau Pulung bisa dikatakan sebagai kota satelit yaitu kota penyangga dari ibu kota Kabupaten. Karena kebetulan Kecamatan Rantau Pulung hanya berjarak 40 kilo meter dari Kabupaten. Sehingga ada beberapa kegiatan perekonomian yang memang menjadi unggulan dari Kecamatan Rantau Pulung.

Dalam usaha penyelamatan, kata Mulyono, petani singkong Rantau Pulung siap panen dengan luas lahan 348 hektar dan pemerintah terus melakukan upaya perbaikan dengan menggandeng pihak swasta atau perusahaan serta melakukan inovasi.

“Tahun 2017 pada saat awal saya menjabat di sana kondisi pabrik sedang stag atau tidak berjalan karena berbagai kendala. Untuk bisa mengaktifkan pabrik tersebut dilakukan berbagai upaya penyelesaian. Agar singkong petani yang sudah siap panen bisa tersalur,” kata Mulyono, aat diwawancarai beberapa waktu lalu.

Saat ini, menurut Mulyono, Rantau Pulung sudah bisa mengirim atau menjual tapioca basah dan telah melakukan tiga kali pengiriman ke Pulau Jawa. Setiap pengiriman sebanyak 25 ton tapioca basah. Jadi sudah ada 75 ton tapioka basah yang sampai ke Pulau Jawa. Ada dua pabrik yang saat ini beroperasi yaitu pabrik di SP-7 dan SP-8.

Terkait Inovasi pengembangan tanaman singkong, pemerintah Kecamatan Rantau Pulung memiliki dua target utama yaitu menggalakan kepercayaan masyarakat terkait penjualan dan yang kedua olahan berbahan baku singkong.

“Saat ini gedung usaha peningkatan pendapatan keluarga (UP2K) yang terletak di samping BPU kecamatan sedang dibangun, di situ nanti akan dijadikan sentra penampungan olahan masyarakat, termasuk semua produk olahan dari singkong bisa ditampung disana,” ungkap Mulyono.(Advertorial/Diskominfo Perstik Kutim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *