Berita

RSUD Kudungga Minta BPJS Kesehatan Lunasi Tunggakan Rp 12 Miliar

SANGATTA – Kepala RSU Kudungga, dr Anik Istiandari MPH mengeluhkan tak kunjung terbayarnya tagihan pelayanan pasien BPJS Kesehatan di rumah sakit plat merah tersebut. Ia pun sudah berulang kali melakukan penagihan ke kantor BPJS Samarinda. Namun selalu mendapat jawaban sedang diproses.

Tagihan yang dibayarkan tahun 2018 ini, menurut Anik, hanya sampai April 2018. Sisanya, Mei hingga pertengahan Desember 2018, belum juga terbayar. Jumlahnya mencapai Rp 12 Miliar.

“Kalau utang BPJS Kesehatan tidak terbayar juga, pelayanan di RSU Kudungga bisa mandeg. Karena tidak bisa membeli obat untuk para pasien. Obat itu, tidak bisa diutang dan kami tetap harus memberi pelayanan sebagai rumah sakit rujukan,” ungkap Anik, Senin (17/12/2018).

Terpisah, Kepala BPJS Kesehatan Kutai Timur, Lia mengatakan utang klaim RSUD Kudungga adalah, klaim susulan bulan pelayanan sejak tahun 2016 sampai dengan 2018 yang baru diajukan lengkap oleh RSUD Kudungga di akhir tahun 2018.

Seharusnya klaim diajukan secara rutin dan teratur. Klaim sudah selesai proses verifikasi sesuai ketentuan. “Mengenai keterlambatan pembayaran klaim rumah sakit, sebelumnya sudah kami komunikasikan dan koordinasikan dengan rumah sakit,” ungkap Lia.

Informasi pembayaran yang diterima BPJS Kesehatan Sangatta, menurut Lia, bahwa ada pembayaran klaim RSUD Kudungga pada Jumat 14 Oktober 2018 dan Senin 17 Oktober 2018, setelah turunnya dropping rutin dana talangan tahap III dari pemerintah.(*)

Comment here