SANGATTA – Kehadiran 37 korban gempa dan tsunami Palu ke Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, menarik simpati tersendiri. Bupati Ir H Ismunandar bersama Wakil Bupati H Kasmidi Bulang ST MM merencanakan untuk memberi ruang khusus bagi para korban gempa tersebut. Hal ini diungkapkan usai mendengar laporan dari Kepala Markas PMI Kutim, Wilhelmus, Rabu (10/10/2018).

Pasalnya, dari mereka yang datang ke Sangatta maupun Bengalon, menyatakan tidak mau kembali lagi ke Palu. Mereka sangat trauma dengan musibah yang dialami.

“Saya tadi berbicara dengan Wabup, bagaimana mereka yang datang ini juga punya penghidupan di sini. Karena, saat ditanya juga mereka tidak mau kembali. Karena trauma sekali atas musibah yang dialami. Di kampungnya sana juga mereka sudah tak punya tempat tinggal lagi,” ungkap Ismunandar.

Bupati meminta PMI Kutim berkoordinasi dengan tata ruang dan pihak transmigrasi apakah bisa memberi fasilitas seperti warga transmigrasi di Kutim. Skema yang seperti transmigrasi. Karena di Kutim sendiri, lahan masih luas dan sumberdaya manusia juga masih dibutuhkan.

“Kita serahkan pada PMI Kutim untuk koordinasi. Lokasinya, ya di dekat-dekat ibukota kabupaten, seperti di Bengalon, Rantau Pulung atau Kaliorang. Kalau di pedalaman nanti susah juga. Tapi kalau mereka mau di Sandaran, juga boleh. Karena dekat sekali antara Sandaran dan Palu. Bisa melihat daratan Palu dari Sandaran,” kata Ismunandar.(*)

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!