BeritaKalimantan TimurKesehatanKutai TimurSosial

PPTI Kutim Masa Bakti 2021-2026 Dilantik

 

RUMAHKARYABERSAMA. COM, SANGATTA – Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Hj Norbaiti Isran Noor melantik Hj Tirah Satriani sebagai Ketua PPTI Kabupaten Kutai Timur masa bakti 2021-2026.

Pelantikan berlangsung pagi tadi di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, dan turut dihadiri Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman, Ketua DPRD Kutim Joni, Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Bahrani Hasanal, Ketua TP PKK Kutim Hj Siti Robiah dan beberapa Organisasi Wanita lainnya, PT KPC, serta kader-kader TB kecamatan, Rabu (13/10/2021).

Ketua PPTI Provinsi Kaltim Hj Norbaiti Isran Noor dalam sambutannya mengatakan, bahwa sesuai program penanggulangan Tuberkulosis (TB) Nasional, tugas Pemerintah adalah menemukan kasus dan melakukan pengobatan termasuk menyediakan obat.

Sedangkan tugas PPTI adalah melakukan penyuluhan kepada masyarakat, dan memberikan pendampingan pasien yang diobati agar dapat menjalani pengobatan sampai sembuh.

“Dengan jumlah pengurus PPTI Kutim kurang lebih 30 orang, saya optimis untuk penurunan angka TB di Kutim bisa tercapai. Kita ketahui bersama TB adalah masalah dunia dan Indonesia ada dirangking kedua. Ini harus menjadi catatan penting untuk Pemerintah, PPTI dan masyarakat kita semua,” ucapnya Norbaiti.

Untuk diketahui Indonesia menduduki peringkat kedua setelah India, dengan kasus 845.000 dan jumlah kematian sebanyak 98 orang atau setara dengan kematian 11 orang dalam satu jam.

“Salahsatu pemicu TB adalah kurang vitamin, gizi serta lingkungan yang kurang bersih dan sehat. Mari kita bersama-sama agar TBC yang ada di Kutim bisa kita temukan dan tugas PPTI agar bagaiman masyarakat paham dan mau berobat,” tegasnya.

Dijelaskannya lagi untuk Kaltim dengan jumlah penduduk kurang lebih 3,7 juta diperkirakan terdapat 7800 kasus TB dengan bakteri tahan asam dan yang ditemukan sampai dengan Desember 2020 baru 30% dari target 80 %.

“Dengan target 1800 artinya masih ada 50% data TB yang belum kita temukan di Kalimantan Timur. Dengan kondisi penemuan dan pengobatan yang masih rendah tidak menutup kemungkinan akan meningkat menjadi dua kali lipat di tahun 2024 , padahal 75% penderita TB adalah usia produktif,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu juga Norbaiti kembali mengajak Pemerintah, pengurus PPTI Kutim serta kader TB Kecamatan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa penanganan TB itu sangat penting karena penularannya sangat cepat. (Rb.01.03.05R)

Comment here