BeritaKutai TimurSosial

Puluhan Pekerja Kelapa Sawit Unjuk Rasa di Gedung DPRD Kutim

RUMAHKARYABERSAMA.COM, SANGATTA – Penolakan terhadap RUU Omnibus Law masih terus terjadi. Kamis (27/8/2020), puluhan pekerja perkebunan kelapa sawit yang menamakan dirinya, dalam aliansi SP/SB Kabupaten Kutai Timur, kembali menggelar aksi di gedung DPRD Kutai Timur.

Mereka mengajukan penolakan secara keseluruhan terhadap RUU Omnibus Law dan mendesak DPRD Kutim, segera merumuskan Perda Ketenagakerjaan. Wakil Ketua II DPRD Kutim, Arfan SE M Si menerima perwakilan para buruh untuk berdialog.

Di antara para buruh, ada yang dari PT Fairco Agro Mandiri (FAM). Mereka mengajukan delapan tuntutan, bahkan mengancam akan tidur di gedung wakil rakyat tersebut, bila masalah perburuhan di perusahaan tersebut, tidak juga terselesaikan.

Delapan tuntutan tersebut adalah, menolak PHK, meminta transparansi keuangan PT FAM, meminta manajemen PT FAM membayar gaji 100 persen, segera merealisasikan perjanjian bersama yang telah dibuat, melunasi tunggakan BPJS ketenaga kerjaan, segera mengangkat status karyawan menjadi PKWTT, menghentikan praktik pembayaran upah di bawah UMK dan segera mempekerjakan kembali rekan mereka yang sudah di PHK.

Menyikapi hal tersebut, Arfan mengatakan pihaknya segera membentuk tim pansus dalam rangka penyusunan perda ketenagakerjaan. Selain mencoba berbicara dengan pihak perusahaan terhadap tuntutan para pekerja tersebut.(rb04)

Comment here