RUMAHKARYABERSAMA.COM, SANGATTA – Pos Terpadu Operasi Ketupat Mahakam 2019 di Jalan Yos Sudarso II, Kecamatan Sangatta Utara, heboh. Senin (3/6) sekitar pukul 3.30 dini hari, salah satu petugas dari Organisasi Radio Amatir Indonesia (Orari) Kutai Timur, meninggal pasca dibangunkan untuk makan sahur.
Kapolres Kutai Timur AKBP Teddy Ristiawan melalui Kabag Operasional Kompol Budi mengatakan almarhum meninggal secara mendadak, tanpa didahului keluhan sakit atau sesuatu apapun. “Almarhum meninggal sesaat setelah oleh kawannya dibangunkan untuk makan sahur sekitar pukul 3.00 dini hari. Ia sempat terbangun sebentar, kemudian tertidur lagi. Tak lama kemudian, sekitar pukul 3.30 wita, almarhum kejang-kejang dan akhirnya tak sadarkan diri,” ungkap Budi.

Tim medis yang siaga di pos langsung melakukan pemeriksaan pada almarhum. Saat diperiksa nadi dan nafasnya, ternyata almarhum sudah meninggal dunia. “Almarhum dibawa ke RS PKT Sangatta, namun tidak bisa menolong lagi dan dinyatakan meninggal dunia. Dokter yang menangani mengatakan almarhum meninggal akibat serangan jantung,” ujar Budi.
Kemudian, lanjut Budi, oleh petugas kepolisian dibawa ke RSUD Kudungga Sangatta untuk dimandikan dan dikafani. Almarhum dikuburkan di Pemakaman Umum Silva Duta di Kecamatan Sangatta Selatan. “Almarhum tinggal sebatang kara di Sangatta dan tidak ada keluarga maupun family. Sehingga pengurusan jenazahnya dilakukan petugas posko bersama-sama,” kata Budi.(rb04)
loading="lazy" />






