Wabup Kasmidi Bulang Tinjau Pelaksanaan Ujian Nasional

IMG 20190422 WA0032

 

RUMAHKARYABERSAMA.COM, SANGATTA – Wakil Bupati H Kasmidi Bulang ST MM meninjau langsung pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer dan Berbasis Kertas dan Pensil di beberapa sekolah di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Senin (22/4/2019). Peninjauan ini untuk memastikan pelaksanaan Ujian Nasional di Kabupaten Kutai Timur, berjalan lancar dan tidak menemui kendala.

Sekolah yang ditinjau adalah SDN 002 dan SMPN 1 Sangatta Utara. Di SDN 002, Wabup meninjau satu per satu kelas yang diikuti 193 siswa peserta ujian. Ada 10 lokal yang digunakan untuk ujian. Masing-masing lokal berisi 20 pelajar. Hanya lokal terakhir yang berisi 13 pelajar.

IMG 20190422 WA0033
Wabup Kasmidi Bulang, tinjau proses UNBK tingkat SD

Di setiap kelas, Kasmidi meminta agar para pelajar semangat mengikuti ujian dan harus memperoleh nilai 100. “Anak Kutai Timur harus berprestasi. Harus memperoleh nilai terbaik. Kalau ujian hari ini masih ada yg belum bisa, nanti malam belajar lagi, supaya besok bisa menjawab soal-soal dengan baik,” kata Kasmidi.

Tahun ini, Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) tingkat SD dielar di 221 sekolah SD, baik negeri maupun swasta yang semuanya sudah berbasis kurikulum 13. Dengan jumlah peserta ujia. Sebanyak 7.487 pelajar. Terdiri dari pelajar putra 3.991 siswa dan pelajar perempuan 3.496 siswi.

Sementara untuk tingkat SMP, ada 5.695 pelajar kelas sembilan dari 91 SMP se Kutim, baik negeri maupun swasta yang mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN).

“Namun, dari jumlah tersebut, baru 2.386 pelajar dari 16 SMP di Sangatta yang mengikuti ujian dengan sistem berbasis komputer atau UNBK. Sisanya, sebanyak 3.309 pelajar masih menggunakan sistem kertas dan pensil atau UNKP,” kata Kadisdik Kutim Roma Malau, yang ikut melakukan peninjauan.

Di SMP Negeri I Sangatta Utara, pelaksanaan ujian dimulai tepat pukul 7.30 pagi. Jumlah pelajar peserta UNBK di sekolah tersebut, menurut Sukartini, Kepala Sekolah SMPN 1, sebanyak 307 pelajar. Namun hanya diikuti 304 pelajar. Karena tiga lainnya adalah pelajar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang tidak wajib ikut UNBK.(advertorial/Diskominfo Perstik Kutim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *