
RUMAHKARYABERSAMA.COM, SANGATTA – Untuk kesekian kali, Deklarasi Pemilu Damai digelar di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Kamis (21/2/2019). Puluhan warga dari berbagai elemen masyarakat, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat serta perwakilan partai politik berkumpul di halaman Polres Kutim dan bersama-sama membacakan deklarasi damai.
Mereka menyatakan sikap,
A. Kami pemuka agama dan umat kabupaten kutai timur, menolak sarana ibadah digunakan sebagai tempat kampanye politik, penyebaran isu provokatif, fitnah, ghibah, berita bohong (hoax), sara, ujaran kebencian dan radikalisme.
B. Menjadikan tempat ibadah sebagai sarana mendekatkan diri kepada tuhan yang maha esa guna mempereat tali persaudaraan dan kerukunan antar umat beragama.
C. Mendukung pemerintah dan penyelenggara pemilu, untuk mewujudkan pemilu tahun 2019 yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.
D. mewujudkan kondusifitas kamtibmas di kabupaten kutai timur yang aman, damai dan sejuk menjelang pemilu tahun 2019.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pamkesra), Suko Buwono yang mewakili Bupati Kutim, Ir H Ismunandar MT, mengajak semua pihak bersama-sama membantu penyelenggara Pemilu dan pihak keamanan untuk menjaga situasi politik di Kabupaten Kutim, agar tetap aman dan damai.
“Walaupun kita berbeda pilihan, tapi kita tetap wajib menjaga situasi di wilayah kita agar tetap kondusif,” ujar Suko.
Senada, Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan mengatakan deklarasi damai telah dilaksanakan berulang kali. Dengan mengundang tokoh lintas agama, tokoh masyarakat dan parpol dengan tujuan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Kutim.(rb01)
loading="lazy" />





