
RUMAHKARYABERSAMA.COM, SANGATTA – Kepedulian terhadap kaum dhuafa terus ditunjukkan organisasi wanita, Hijabers Kutim Community (HKC). Salah satunya pada ibu Indah. Warga perantauan asal Sulawesi Selatan yang tinggal di Jalan Poros Sangatta Bontang, Km 5 Kecamatan Sangatta Selatan.
Ibu tiga anak ini, diketahui mengalami keguguran sejak akhir 2018 lalu. Namun, karena ketiadaan biaya perobatan, ia tak membawa dirinya ke Puskesmas maupun klinik bersalin. Ia membiarkan saja tubuhnya terbaring di rumah yang hanya berdinding terpal. Berkat uluran tangan warga yang bersimpati, Indah dibawa ke Klinik As Syifa untuk dikuret dan dipulihkan kesehatannya.
Kamis (21/2/2019), bersama istri Wakil Bupati Kutim, Hj Tirah Satriani SE MM, yang juga Ketua Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Kutim, Hijabers Kutim menjenguk Indah ke gubuknya di Km 5. Membawa bantuan alas tidur, sembako, hingga peralatan dapur. “Saya sangat prihatin sekali dengan kondisi ibu Indah. Ternyata di Sangatta masih ada warga yang berada di bawah garis kemiskinan. Bahkan anak-anaknya yang sudah usia sekolah, tidak bisa sekolah, karena ketiadaan biaya,” ungkap Tirah.
Ia berjanji akan mengupayakan anak ibu Indah bisa bersekolah. Minimal masuk pesantren agar bisa mengaji. Tak hanya anak ibu Indah, ada puluhan anak di sekitar kawasan tersebut juga tidak sekolah, karena biaya. “Kita akan bantu semampu kita. Minimal, mereka bisa sekolah dan hidup layak seperti anak-anak lain,” ujar Tirah.(rb04)
loading="lazy" />





