Hasil panen perdana ini, menurut Arifin, tak kurang ada tiga ton ikan nila yang sudah dipanen secara bertahap sebelumnya. “Ia berharap, pengembangan ikan air tawar, khusus untuk jenis nila, bisa didukung pemerintah Kutim. Terutama untuk perluasan area dan penambahan karamba,” kata Arifin.
Menanggapi itu, Ismunandar mengatakan melihat hasil panen yang diperoleh menunjukkan ada keberhasilan dari kelompok tani tersebut. “Maka dari itu, tadi sudah saya instruksikan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan agar menambah lagi jumlah karamba, sebanyak 10 karamba,” ungkap Ismunandar.
Bagaimana pun, lanjut Ismunandar, ikan merupakan bahan pangan yang dibutuhkan. Banyak pasarnya di sekitar Danau Redan. Bisa ke Bontang, bisa ke Samarinda. Ada pula perusahaan pertambangan, PT Indominco di desa tersebut. Bisa dipasok ke perusahaan juga.
“Kita akan terus kembangkan usaha kelompok tani ini, dengan memanfaatkan danau, embung atau waduk di desa, sebagai salah satu sumber peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat. Kalau cuma 10 karamba, masih kurang. Nanti ditambah lagi 10. Agar penghasilan masyarakat yang masuk dalam kelompok tani Baji Ati bisa memperoleh lebih banyak penghasilan dari produk ikan air tawar,” kata Ismunandar.
Bahkan sebagai penunjuk kawasan tersebut masih masuk wilayah Kutai Timur, Ismunandar mengatakan akan memasang pintu gerbang di desa tersebut. Untuk menandakan bahwa ujungnya Kutai Timur ada di Desa Danau Redan.(advertorial/Diskominfo Perstik Kutim/*4)
