Shabaruddin : Keluarga Jadi Garda Terdepan Pembinaan Pemuda

IMG 20241111 WA0029

rumahkaryabersama.com. Shabaruddin : Keluarga Jadi Garda Terdepan Pembinaan Pemuda – Masih maraknya generasi muda yang terjerat penyalahgunaan Narkotika dan Barang Terlarang (Narkoba) khususnya di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggugah kepedulian dan kekhawatiran masyarakat akan masa depannya, apabila tidak segera di cegah. Tak terkecuali keresahan itu pula dirasakan oleh Anggota DPRD Kutim Shabaruddin.

Anggota DPRD Kutim Shabaruddin menyebut, perlu perhatian dan peranan seluruh pihak baik orang tua, lingkungan sekolah termasuk masyarakat secara umum untuk bersama-sama memerangi penyalahgunaan narkoba terutama di kalangan anak muda yang saat ini masih marak terjadi.

Bacaan Lainnya

“Jadi sekarang tidak hanya Narkoba, sekarang sudah banyak jenis yang bisa kita lihat, kayak oplosan obat batuk yang di campur dengan alkohol, termasuk ngelem,” ungkapnya.

Keluarga merupakan garda terdepan untuk mengantisipasi generasi muda terjerumus dalam perilaku negatif ke arah kriminalitas dan penyalahgunaan narkotika.

“Peranan orang tua juga tidak kalah penting, untuk memastikan bahwa anaknya memiliki lingkungan bermain yang aman. Selain itu, Pemerintah Daerah juga harus hadir,” ujarnya.

Politisi dari Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) ini juga menekankan, peran Aparat Penegak Hukum (APH) juga tak kalah penting. Agar terus memberikan edukasi melalui pendekatan yang lebih humanis. Selain itu patroli rutin ke tempat yang di sinyalir menjadi lokasi untuk melakukan aktifitas atau tindakan terlarang juga perlu di tingkatkan. Hal itu bertujuan untuk meminimalisir penyalahgunaan narkoba yang bisa memberikan dampak yang buruk bagi kehidupan mereka.

“Saya ingin menyampaikan bahwa pemuda ini sangat berperan di Kutai Timur dan juga saya ingin menyadarkan bahwa pemuda ini adalah generasi penerus bangsa yang mana harus dijaga dan dipikirkan masa depannya,” lanjut dia.

Selain tiga unsur utama yakni, orang tua, lingkungan sekolah serta APH. Pria kelahiran Sangkulirang 10 Januari 1964 ini berharap Pemerintah Daerah melalui instansi teknisnya untuk ikut terlibat secara aktif menangani permasalahan terkait penyalahgunaan narkoba. Terutama di kalangan anak muda. (adv/dprd/05/Wa)

Pos terkait