Ini Alasan Diskop UKM Kutim Belajar Ke DIY

IMG 20241107 WA0015

rumahkaryabersama.com. Ini Alasan Diskop UKM Kutim Belajar Ke DIY – Selama tiga hari sejak tanggal 6 hingga 9 November 2024 Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Diskop UKM) Kutai Timur (Kutim) melakukan kunjungan studi tiru ke Yogyakarta.

Studi tiru selama di Yogyakarta tersebut fokus pada pembelajaran inovasi dan keunggulan pelayanan yang telah diterapkan oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terutama melalui program unggulan Klinik Koperasi.

Bacaan Lainnya

Kadiskop UKM Kutim, Teguh Budi Santoso mengungkapkan alasan memilih Dinas Koperasi dan UKM DIY sebagai tujuan studi tiru. Menurutnya, Dinas Koperasi dan UKM DIY telah berhasil mengelola koperasi dan UMKM dengan jumlah signifikan serta menawarkan berbagai program inovatif.

“Di DIY terdapat sekitar 1.700 koperasi, dengan 800 koperasi aktif yang mendapat pembinaan dari Dinas Koperasi dan UKM DIY. Jumlah UMKM dan pedagang di Yogyakarta juga sangat banyak, ini menunjukkan kuatnya sektor koperasi dan UMKM di sini,” jelas Teguh.

Lebih lanjut, Teguh menambahkan bahwa program unggulan DIY yang menargetkan produk UMKM premium menjadi daya tarik utama dalam kunjungan ini. Program tersebut bertujuan membantu UMKM menghasilkan produk berkualitas yang mampu bersaing di pasar nasional dan internasional.

“Kami berharap bisa mengadopsi konsep ini untuk diterapkan di Kutai Timur,” ujar Teguh.

Di kesempatannya Kepala Bidang Koperasi dan UKM DIY, Setyo Hastuti, menjelaskan tentang berbagai inovasi layanan, termasuk Klinik Koperasi yang sudah terintegrasi dengan sistem digitalisasi. Selain itu, aplikasi Si Bakul Yogya (Sistem Informasi Pembinaan Koperasi dan Pelaku Usaha) telah mempermudah pemantauan dan pembinaan koperasi serta UMKM di DIY.

Setyo Hastuti mengatakan bahwa aplikasi Si Bakul Yogya ini sangat membantu Koperasi dan UKM DIY dalam menyediakan pembinaan yang terstruktur dan terarah.

“Aplikasi ini sangat membantu kami dalam menyediakan pembinaan yang terstruktur dan terarah,” ungkap Setyo.

Diharapkan, hasil dari studi tiru ini dapat memberikan inspirasi bagi Dinas UMKM Kutai Timur untuk mengembangkan sektor koperasi dan UMKM di daerahnya. (adv/kominfo/05/Ir)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *