Buka Pelatihan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha, Ini Pesan Bupati Kutim

75564d47 d601 43cc 82f7 dab5613bfa09

IMG 20240508 WA0034 1

rumahkaryabersama.com. Buka Pelatihan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha, Ini Pesan Bupati Kutim – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman membuka kegiatan Kursus dan Pelatihan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha. Kegiatan itu berlangsung di Sangatta, Rabu (29/5/2024).

Bacaan Lainnya

Kegiatan itu dirangkaikan dengan launching video klip paduan suara Cap Jempol, serta penyerahan sertifikat KHI dalam rangka sosialisasi implementasi program pendidikan nonformal tahun anggaran 2024.

Pada kesempatan itu, Ardiansyah Sulaiman mengatakan kegiatan ini upaya meningkatkan usaha secara mandiri. Serta memberikan pelatihan kepada masyarakat.

Dia menjelaskan pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi wilayah dengan sebutan Magic Land tersebut. Untuk itu, pihaknya gencar melakukan kegiatan serupa.

“Ini upaya menumbuhkembangkan usahanya secara mandiri, apakah nanti dengan membentuk UMKM dan lain-lain. Ini salah satu bentuk daripada upaya pengembangan atau peningkatan ekonomi kerakyatan kita di Kabupaten Kutai Timur,” ucap Bupati kepada awak media.

Ardiansyah juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Disdikbud Kutim upayanya dalam peningkatan literasi kepada generasi Kutim. Menurutnya, peningkatan literasi ini harus terus dilakukan agar anak-anak di Kutim dapat menambah ilmu yang tak mereka dapatkan di bangku sekolah.

“Saya berterima kasih karena kebetulan agenda ini merupakan program dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terkait pendidikan nonformal. Di sinilah berbagai macam pelatihan dilakukan,” ucapnya.

“Dan ini sudah berlangsung beberapa tahun yang lalu. Nahh ini yang terbanyak pesertanya, 600-an orang,” sambungnya.

Karena itu dirinya berharap kegiatan tersebut menjadi simbol dan motivasi serta langkah yang tepat mengembangkan ekonomi kreatif di Kutim.

“Semoga saja ini menjadi icon dalam rangka kita meningkatkan ekonomi kreatif kita di Kutai Timur. Karena ini sudah berlangsung lama jadi sudah berjalan dengan baik,” ucapnya.

“Bahkan mereka telah diberikan bantuan alat-alat untuk mereka bekerja sendiri. Alhamdulillah selama ini berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono menjelaskan kegiatan ini merupakan upayanya dalam meningkatkan daya baca di Kutim. Karena itu mereka menghadirkan “cara pelayanan jemput bola” atau Cap Jempol.

Buka Pelatihan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha, Ini Pesan Bupati Kutim

Mulyono mengaku pihaknya juga telah, sedang dan bakal selalu melakukan pendataan untuk generasi Kutim yang saat ini tidak berproses di bangku sekolah formal. Nantinya, kata Kadis, akan diberi pelatihan dan diarahkan melalui sekolah nonformal.

“Ohh luar biasa (kita sudah melakukan banyak upaya ini-red). Kita ada Cap Jempol. Kita juga masuk ke pesantren-pesantren, juga bersama dengan PKK melalui dasawismanya untuk mendata anak-anak kita yang belum mendapatkan pendidikan secara formal,” terangnya.

Dia berharap, segala upaya yang dilakukan Disdikbud Kutim membutuhkan hasil dengan peningkatan Minat baca anak di Kutai Timur. (adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *