Penanganan HIV-AIDS di Kutim Masih Menjadi Tugas Bersama

Penanganan HIV-AIDS di Kutim Masih Menjadi Tugas Bersama
Wabup Kasmidi Bulang saat membuka acara diskusi penanggulangan HIV AIDS di Kutai Timur

BANNER KOMINFO KUTIM 2022

RUMAHKARYABERSAMA.COM, SANGATTA. Penanganan HIV-AIDS di Kutim Masih Menjadi Tugas Bersama РHIV (Human Immunodeficiency Virus) menjadi masalah kesehatan yang mengancam indonesia dan  dunia. Resiko kematian yang diakibatkan oleh HIV tergolong masih tinggi.

Termasuk di Kutai Timur (Kutim), berdasarkan data dari Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Kutim secara kumulatif jumlah penderita HIV di Kutim dari tahun 2006 hingga 2022 sebanyak 821 kasus. Di tahun 2006 angka kasus masih 1 kasus dan pernah tinggi sebanyak 126 kasus ditahun 2019. Sementara ditahun 2022 ada penemuan 40 kasus.

Meskipun HIV/AIDS sampai saat ini belum dapat disembuhkan,namun ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menekan jumlah penderita HIV/AIDS dan tentunya menekan jumlah virus yang terdapat didalam tubuh serta terus melakukan pendampingan.

Pencegahan terjadinya infeksi dan replikasi HIV menjadi strategi dalam pencegahan kasus HIV/AIDS khususnya di Kutai Timur.

‚ÄúTerimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan waktu dan tenaga, dalam mendampingi orang-orang yang terkena HIV/AIDS serta memberikan edukasi atau sosialisasi dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Kutim,” tutur Kasmidi Bulang saat membuka kegiatan Stakeholders Meeting Program HIV/ADIS, di Hotel Royal Victoria, Sangatta (29/8/2022).

Wabup selaku Ketua Komisi KPAD Kutim menyampaikan bahwa kerja ini adalah kerja sosial dan tidak dibayar, tetapi murni atas niat untuk memberantas atau mengurangi HIV/AIDS di Kutai Timur.

Penanganan HIV-AIDS di Kutim Masih Menjadi Tugas Bersama

Penanganan HIV-AIDS di Kutim Masih Menjadi Tugas Bersama

“Saya yakin, bahwa organisasi- orgainasi yang miliki tupoksi yang sama dalam penanggulangan HIV/AIDS mampu menekan angka kasus ini di Kutai Timur. Tentunya dengan kerjasama yang yang baik oleh semua pihak,” ucapnya.

Wabup berharap kepada semua organisasi dan perangkat daerah yang hadir pada hari itu, untuk dapat memberikan kontribusi pemikiran dalam rangka penekanan angka serta penanggulangan HIV/AIDS di Kutai Timur secara bersama.

Sekedar diketahui Kegiatan ini dihadiri, sebanyak 23 orang yang mewakili dinas atau lembaga terkait dalam penanggulangan HIV di Kabupaten Kutai Timur. Dengan rangkaian acara, diskusi dan menghadirkan narasumber dari KPAD Kabupaten Kutai Timur, fasilitator dari Rumah Sakit Umum Daerah Kudungga (RSUD) Kudungga Sangatta. (Adv/Rb.01,03,05R)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *