BeritaInfrastrukturKutai TimurPemerintahan

Program Pengembangan Potensi Desa Diusulkan Untuk Menjadi Sumber Penerimaan

Program Pengembangan Potensi Desa Diusulkan Untuk Menjadi Sumber Penerimaan
Musrenbang Kecamatan dimanfaatkan kades dan masyarakat untuk mengusulkan program

RUMAHKARYABERSAMA.COM, Long Mesangat – Program listrik masuk desa merupakan program pembangunan infrastruktur dasar di Desa Melan yang terus diperjuangkan, hal tersebut disampaikan Camat Long Masengat Emanuel Eng pada saat Musrenbang di Wilayah pedalaman

“Di Long Mesangat listrik sudah 90 persen tinggal di Desa Melan yang belum, untuk tiangnya sudah masuk dan program selanjutnya pembentangan kabel menuju Desa Melan,” beber Emanuel.

Lebih lanjut dirinya mengusulkan program potensi Desa, karena perlu mendata potensi dan sumber daya alam agar bisa menjadi sumber penerimaan Desa untuk mendukung pembangunan di Kecamatan Long Mesangat.

Adapun program air bersih yang sudah berjalan di dua Desa yaitu Desa Sumber Sari dan Desa Mukti Utama, sementara Desa Sumber Agung sudah dibantu melalui program Provinsi dengan sumur bor, harapannya masih ada 4 Desa yang harus diperjuangkan untuk memenuhi air bersih dan air minum untuk masyarakat.

Emanuel menyebutkan “program penghubung antar Desa, walaupun perusahaan-perusahaan yang ada di Long Mesangat sudah banyak membantu memfasilitasi masyarakat melalui pembenahan-pembenahan jalan sesuai dengan kemampuan dari manajemen perusahaan tersebut.” Sebutnya

Pada kesempatan yang sama salah satu tokoh masyarakat di Desa Tanah Abang mengatakan Long Mesangat dan sekitarnya merupakan sentra tanaman pangan, namun beberapa waktu yang lalu ada banjir besar menyebabkan saluran induk skunder dari bendungan jebol.

“Sangat disayangkan karena masyarakat sudah terlanjur menyemai dan sekarang tidak bisa tanam, jadi saya mohon agar disediakan dana siaga Kabupaten, karena ini sifatnya mendesak dan sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Menanggapi bendungan jebol di Desa Tanah Abang karena banjir, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman memerintahkan Dinas pertanian dan Dinas PU untuk mengecek ke lapangan dan mengatakan kalau ada sesuatu yang bisa dikerjakan secara langsung.

“Segera cek ke lapangan, kerjakan secara langsung kalau memang ada yang bisa dikerjakan karena ini sangat diutamakan,” pinta Ardiansyah.

Terkait gagal panen Bupati meminta untuk berkoordinasi dengan perusahaan setempat, sehingga gagal tanam atau gagal panen bisa kontribusinya melalui perusahaan bersama-sama pemerintah untuk membantu petani.

Terkait usulan-usulan lainnya dirinya meminta Bappeda untuk menggarisbawahi dan mencatat persoalan tersebut terutama masalah jalan desa, jalan antar Desa dan jalan usaha tani dan harus direncanakan setiap tahun untuk diselesaikan satu persatu.

terdapat 31 usulan di bidang SDM, Pemerintahan dan Aparatur, kemudian 36 usulan di bidang Infrastruktur Wilayah dan 35 usulan di bidang Ekonomi dengan total 112 usulan prioritas pembangunan untuk tahun 2023.

Sementara itu Wabup Kasmidi Bulang menyampaikan, apa yang disampaikan Musrenbang ini agar dikoordinasikan lebih lanjut, begitu juga usulan-usulan agar disampaikan rekapannya ke Bappeda dan DPRD supaya menjadi referensi untuk menjadi pokok-pokok pikiran anggota DPRD.

Selain itu dirinya juga meminta kepada perusahaan-perusahaan setempat agar sama-sama membangun di wilayah tempatnya malakukan usaha. “Kalau ada jalan yang rusak coba dibantu sebelum terlanjur tambah parah, karena kita menyadari kemampuan keuangan daerah yang terbatas makanya kita minta support dari swasta,” harap Kasmidi.(Rb 01,03)

 

 

Comment here