BeritaInfrastrukturKutai TimurWisata

Masyarakat Wehea Apresisai Pemkab Kutim, Karena Menjadikan Embang Lemun Sebagai Obyek Wisata

Masyarakat Wehea Apresisai Pemkab Kutim, Karena Menjadikan Embang Lemun Sebagai Obyek Wisata
Prosesi adat dayak wehe saat menyambut tamu

RUMAHKARYABERSMA.COM,MUARA WAHAU – Masyarakat Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutim atas pengembangan potensi obyek wisata alam Embang Lemun (air terjun) di Desa Bea Nehas, KM. 65 Narkata Rimba, hal tersebut dikemukakan Plt, Camat Muara Wahau Marlianto

“Terima kasih kepada Pemkab Kutim melalui Dinas Pariwisata atas terlaksananya peresmian obyek wisata air terjun Embang Lemun di Desa Bea Nehas, Kecamatan Muara Wahau oleh Wakil Bupati Kutim H Kasmidi Bulang. Karena beliau destinasi obyek wisata air terjun yang cukup jauh ini dapat diorbitkan sehingga dapat dikenal oleh masyarakat luas, “ucap Plt Camat Muara Wahau Marlianto, saat peresmian obyek wisata tersebut, Senin 27 Maret 2022 kemarin.

Pemerintah Kecamatan Muara Wahau akan terus memaksimalkan pengembangan destinasi pariwisata yang ada di Desa Bea Nehas termasuk desa lainnya yang ada di Muara Wahau dengan membangun sinergitas berbagai pihak.

Pada kesempatan itu juga, Marlianto berpesan kepada awak media untuk dapat mengekspos obyek wisata alam Embang Lemun agar dapat dikenal baik secara nasional maupun internasional. “Tujuannya adalah dapat menghadirkan wisatawan agar dapat menambah pendapatan asli daerah di Desa Bea Nehas khususnya dan Kabupaten Kutim pada umumnya,” harapnya.

Masyarakat Wehea Apresisai Pemkab Kutim, Karena Menjadikan Embang Lemun Sebagai Obyek Wisata
Penandatanganan prasasti obyek wisata embang lemun Kecamatan Muara Wahau

Sementara Kepala Adat Desa Bea Nehas, Ledjie Be Leang Song menceritakan bahwa sejak jaman nenemoyang terdahulu sudah mengklaim wilayah tersebut untuk dijadikan obyek wisata.

“Jadi nenek moyang kami suku Wehea sebelum terpencar-pencar sudah menjaga semua hutan di Muara Wahau. Ada banyak obyek disini, tinggal pengelolaannya saja termasuk air terjun ini ada juga riam-riam. Riam besarnya ada 3 di KM 103 Narkata Rimba, yang dapat dijadikan sebuah obyek wisata,” ungkapnya.

Di ungkapkannya lagi bahwa hutan tersebut merupakan salah satu hutan perusahaan HPH, yang diminta masyarakat untuk dienclave agar terjaga hutan-hutan yang ada di sekitar Embang Lemun tersebut.

“Jangan sampai dihabiskan, karena kami orang wehea memerlukan sumber air yang sumbernya bersal dari air terjun ini. Sumber air merupakan kebutuhan yang sangat penting sekali bagi kehidupan kami orang dayak wehea. Selain itu juga pada tahun 2015 telah diresmikan satu hutan adat dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” sebutnya. (Rb.05R,Rb.01,Rb.07)

Comment here