BeritaKutai TimurSeni & BudayaTravelWisata

Embung Lemun Sebagai Lokasi Pemotretan, Desainer Lia Afif Perkenalkan Potensi Wisata Lewat Batik Wakaroros

Mengambil Lokasi Embung Lemun Sebagai Background Pemotretan, Desainer Lia Afif Perkenalkan Potensi Wisata Lewat Batik
Tiga model peragakan design model baju muslim batik Wakaroros berlatar belakang air terjun (embung lemun)

RUMAHKARYABERSAMA.COM, MUARA WAHAU – Pagelaran Fashion Week pada 13 April 2022 mendatang di Jakarta, batik asal Kabupaten Kutai Timur akan ikut ditampilkan. desainer Kondang Lia Afif asal Kota Surabaya kembali akan mengangkat batik Wakaroros, dimana batik tersebut merupakan hasil karya pengerajin lokal Kutai Timur.

Bersama tiga model asal Surabaya dan Putri Pariwisata Kaltim Lia Afif melakukan sesi pemotretan dan pembuatan video dengan background Embung Lemun di Desa Bea Nehas KM 65 Narkata Rimba Kecamatan Muara Wahau, senin (29/3/2022).

Air Terjun menjadi lokasi sesi pemotretan design Lia Afif, dengan tujuan mempromosikan batik wakaroros juga mengenalkan Embung Lemun ( air Terjun) ditingkat nasional. hal tersebut dikemukakan Kepala Dinas Pariwisata Kutai Timur (Kutim) Nurullah mengatakan selain

“Kita memilih air terjun ini, agar wisatawan luar mengetahui kalau di Kutai Timur ada potensi wisata air terjun yang sangat indah dan alami yang layak untuk dikunjungi,” beber Nurullah.

Pada kesempatan yang sama, sang desainer Lia Afif mengatakan pihaknya berkolaborasi dengan Pemkab Kutim untuk mengangkat batik wakaroros dengan pewarnaan alami dari serbuk kayu ulin.

“Disini kita ingin menunjukan kepada nasional dan internasional bahwa di Kutai Timur itu ada batik dan batiknyapun dengan pewarna alam,” ujar Lia

Mengambil Lokasi Embung Lemun Sebagai Background Pemotretan, Desainer Lia Afif Perkenalkan Potensi Wisata Lewat Batik
Lia Afif (Designer)

Batik wakaroros ini dirancang dalam bentuk busana muslim untuk event Fashion Week 2022 yang mana warna yang ditimbulkan dari serbuk kayu ulin tersebut menjadi keunggulannya.

“Pewarnaan alam punya ciri khas tersendiri dan tingkat kesulitan yang lebih tinggi karena setiap kali pencelupan warna memang beda-beda tergantung kualitas kayu tersebut sehingga tidak akan sama persis,” ujarnya.

Batik Wakaroros, menurut Lia, mempunyai khas Kutai Timur, karena dengan melihat motifnya saja orang sudah tahu itu dari Kalimantan.

“Saya sudah tiga kali membawa batik wakaroros dengan event yang berbeda, dan respon para pencinta fashion sangat bagus sekali, tahun 2019 saya mengangkat wakaroros dengan pewarnaan sintetis, tahun ini wakaroros dengan pewarna alami,” ungkapnya.

Dirinya berharap batik wakaroros semakin terkenal dan diminati sehingga dapat meningkatkan perekonomian para pengrajin.

Adapun tiga model yang memperagakan batik wakaroros hasil karya Lia Afif di Embung Lemun Narakata Rimba Wehea ini adalah, Desilia Herman, Zaramano dan Aura Azzahra, ketiganya berasal dari Surabaya serta Putri Pariwiaata Kaltim Rinanda Maharani. (Rb.01.05R.07)

Comment here