BeritaInfrastrukturPeristiwaPertanianSosial

Bupati Ardiansyah, Instruksikan Pendataan Warga Terdampak Banjir Sangatta

Bupati Kutim Ardiansyah, Instruksikan Pendataan Warga yang Terdampak Banjir Sangatta
Bupati Ardiansyah saat wawancara dengan awak media

RUMAHKARYABERSAMA.COM, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutim, Provinsi Kalimantan Timur akan segera melakukan pendataan warga yang terdampak banjir yang terjadi di wilayahnya.

Tercatat sebanyak dua Kecamatan yakni Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan terdampak atas kejadian ini. Selain terdampak pada rumah, peristiwa ini juga berdampak pada fasilitas umum seperti masjid, kantor dan bangunan Sekolah Dasar (SD) serta beberapa areal persawahan warga juga ikut terendam.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman usai pimpin rapat evaluasi penanganan banjir Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, di Ruang rapat utama Kantor BPBD Kabupaten Kutim, Sabtu (26/3/2022).

“Dalam rapat yang dilaksanakan pada hari ini Pemkab akan mencoba mendata jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir Sangatta. Hal tersebut guna untuk mendistribusikan Sembako yang sudah disiapkan agar tepat sasaran, rapat teknis sudah dilakukan oleh camat dan stakeholder terkait” ungkap Bupati Kutim, Ardiansyah saat ditemui usai gelar rapat tersebut.

Selain itu juga Pemkab Kutim akan mendata rumah-rumah warga, serta fasilitas umum seperti gedung sekolah, rumah ibadah dan lain sebagainya karena terdampak banjir yang mengakibatkan kerusakan dengan kategori berat, sedang maupun ringan.

Bupati Kutim Ardiansyah, Instruksikan Pendataan Warga yang Terdampak Banjir Sangatta
Bupati pimpinan rapat evaluasi banjir sangatta di kantor BPBD

“Untuk rumah warga, soal itu nanti dibuat sendiri timnya mulai dari camat didampingi Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan pihak terkait lainnya, mereka yang akan membuat kriterianya. Kemudian kerugian apa yang diderita pasca banjir, terkait dengan prabotan rumah tangganya saja,” ucapnya.

Lebih lanjut orang nomor satu di Pemkab Kutim itu sampaikan bahwa untuk tanaman pangan, lahan pertanian, persawahan, dan hortikultura yang terdampak banjir di Sangatta sudah didata oleh Dinas Pertanian Kutim.

“Untuk kerugian setres tidak bisa dihitung, jangan dihitung ya…..Semua juga setres,” candanya sambil tersenyum dihadapan awak media.

Data itu menjadi sebuah estimasi berapa jumlah kerugian yang timbul dari bencana banjir di Sangatta Utara dan Selatan selama beberapa hari kemarin.

“Data ini menjadi penting sekali untuk kita sampaikan kepada BNPB dan BPBD Provinsi dan kepada pihak terkait yang memiliki kepedulian terhadap kebencanaan ini,” imbuhnya. (RB05R)

Comment here