BeritaKalimantan TimurKesehatanKutai TimurPemerintahanPeristiwa

Bupati Kutim Imbau Masyarakat Untuk Tidak Kendor Dalam Pengunaan Masker

Bupati Ardiansyah didampingi Wabup Kasmidi, Ketua DPRD Joni dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah saat mengikuti virtual zoom bersama Presiden RI terkait penanganan covid 19

RUMAHKARYABERSAMA.COM, SAMARINDA – Bupati Kabupaten Kutai Timur H Ardiansyah Sulaiman di dampingi Wakil Bupati Kutim H Kasmidi Bulang mengikuti video conferance arahan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo terkait penanganan Covid-19. Senin, (7/2/2022).

Turut hadir dalam video conference Ketua DPRD Kutim Joni, Dandim 0909 Sangatta Letkol CZI Heru Aprianto, perwakilan Danlanal Sangatta, Kapolres Kutim AKBP Welly Djatmoko, Kejari Kutim Henriady W Putro.

Ditemui usai mengikuti video conference dengan presiden RI Joko Widodo terkait peningkatan kasus Covid-19 varian baru di Indonesia, Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman mengatakan bahwa arahan presiden untuk vaksinasi dan penggunaan masker sangat penting terkait protokol kesehatan.

“Untuk vaksin sudah sangat diyakini keberadaannya, jika seseorang terkonfirmasi virus corona maka untuk penyembuhannya sangat cepat dibanding yang belum di vaksinasi, karena imunnya sudah muncul,” ungkap Ardiansyah sapaan akrab Bupati Kutim.

Lebih lanjut Ardiansyah mengatakan bahwa di Kutai Timur untuk capaian vaksinasi khususnya lansia sudah mencapai di angka 63 persen.

Info grafis per tanggal 4 februari 2022

“Yang akan segera kita maksimalkan lagi adalah untuk disiplin dalam penggunaan masker. Bisa kita lihat saat ini sudah mulai banyak yang sudah kendor dalam penggunaan masker,” pungkasnya.

Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya Kutai Timur, bahwasannya penggunaan masker masih sangat penting saat ini, baik dalam menjalankan ibadah maupun ditempat tempat umum lainnya.

“Dalam video conference bersama presiden tadi, beliau sangat menekankan untuk disiplin dalam penggunaan masker, prokes ini yang paling sangat mendasar untuk dapat terhindar dari terpaparnya covid-19,” tegasnya.

Terkait adanya kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kutai Timur, dirinya mengungkapkan bahwa tidak menutup kemungkinan akan ada pembatasan sosial.

“Dari beberapa kasus yang sudah ada saat ini memungkinkan kita melakukan pembatasan dan melakukan evaluasi, namun untuk itu kita masih harus menunggu arahan dari pemerintah pusat,” ungkapnya. (Rb.01,03,05R)

Comment here