Untuk Memaksimalkan Jalan di Kutim, Ini Yang Dilakukan PU 

IMG 20211209 WA0001
Foto ; Ist

355x71a 2

RUMAHKARYABERSAMA.COM KUTIM SANGATTA – Kabupaten Kutai Timur memiliki luas wilayah 35.747,50 km² atau 17% dari luas Provinsi Kalimantan Timur dan terdiri dari 18 kecamatan.

Bacaan Lainnya

Dengan luasnya wilayah Kutim tersebut Pemerintah Daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) harus menyikapi khusus. Terutama untuk menangani jalan rusak yang ada di wilayah pedesaan. Caranya dengan menyebar alat berat di tiga Kecamatan.

Kecamatan Muara Bengkal, Batu Ampar dan Bengalon jadi markas sementara alat berat itu. Sebab akan lebih mudah bergerak jika ada keperluan memperbaiki jalan rusak.

Kondisi jalan pedesaan rata-rata masih tanah, tentu akan mudah rusak saat dilintasi kendaraan, ditambah curah hujan yang meningkat jadi penyebab banyak jalan yang butuh penanganan. Suka tidak suka Dinas PU harus bekerja keras melakukan perbaikan di pelosok kecamatan.

IMG 20211209 WA0000
Foto ; Ist

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU, Asran Lode mengatakan, alat berat yang ditempatkan pada tiga kecamatan tersebut akan mudah digerakkan. Meskipun lokasi yang butuh perbaikan di kecamatan lain. Asran juga memastikan perbaikan yang ditangani Bina Marga lebih banyak jalan penghubung antar desa.

“Jika memungkinkan bisa ditingkatkan, kami akan tingkatkan kualitas jalannya. Tapi yang utama, akses masyarakat tidak terganggu dulu,” paparnya.

Asran menjelaskan, teknis perbaikan yang dilakukan mulai dari membersihkan jalan dari kubangan air. Setelah itu tumpukan tanah padat dihampar untuk proses peninggian badan jalan. Setelah dipadatkan kembali diberi tumpukan tanah halus sebagai lapisan baru. “Baru dilapis lagi dengan agregat urukan pilihan bercampur batu,” urainya.

Walaupun dari pemeliharaan itu umur jalan hanya bertahan satu tahun saja, tapi menurutnya sudah cukup untuk dipakai menjadi akses jalan masyarakat, lantaran jika ingin ditingkatkan jadi aspal atau beton bakal memakan biaya besar.

“Anggaran belum sanggup menutupi dan perbaikan akan memakan waktu yang lama,” tandasnya.(Adv/Diskominfo/Rb.05R)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *