BeritaKutai TimurLingkunganPeristiwaSosial

Kondisi Terkini Banjir yang Melanda Beberapa Desa di Kecamatan Sangatta Selatan

Nampak banjir di Sangatta Selatan mulai berangsur surut

SANGATTA – Banjir melanda sebagian wilayah dataran rendah Kabupaten Kutai Timur yang berada di wilayah Kecamatan Sangatta Selatan terutama beberapa desa yang berdekatan langsung dengan perairan atau bibir sungai Sangatta. Banjir ini terjadi akibat curah hujan yang beberapa hari terus menerus sehingga sungai tidak mampu menampung besarnya debit air.

Banjir mengakibatkan sebagian aktifitas masyarakat terganggu karena jalan yang tidak dapat dilalui. Terpantau situasi debit air berangsur-angsur mulai terus menanjak turun/surut pada pagi ini pukul 09.00 WIB. Kamis (30/12/2021).

Curah hujan terjadi beberapa hari belakangan ini meskipun tidak terlalu lebat, namun pada tadi malam curah hujannya merata di wilayah Kecamatan Sangatta Utara dan Selatan, terbukti dengan intensitas hujan yang tinggi terdapat beberapa titik banjir di wilayah tersebut.

Adapun desa – desa yang terdampak banjir yaitu Desa Sangatta Selatan, Desa Pinang Raya, Kelurahan Singa Geweh dan Teluk Singkama serta desa – desa bagian hilirnya.

Camat Sangatta Selatan Vita Nur Hasanah, mengatakan untuk di Desa Sangatta Selatan terdapat 3 RT akses jalan terendam air dengan 57 rumah yang terdampak banjir, dan di wilayah Kelurahan Singa Geweh 11 rumah terendam.

“Di wilayah Teluk Singkama informasi terkini terdampak rumah warga yang terkena banjir kemarin sudah berangsur surut dan jalan poros desa juga sudah bisa dilalui kendaraan,” ucapnya.

Lebih lanjut di jelaskannya bahwa kondisi jalan yang berada di lokasi terdampak, terjadi genangan air/banjir dengan ketinggian variatif mulai dari 30 cm sampai dengan sepinggang orang dewasa.

“Dikarenakan jalan dalam dan sebagian gang terendam air, mengakibatkan aktifitas warga terdampak menjadi terganggu. Dan hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki, dengan ketinggian air rata-rata selutut hingga pinggang orang dewasa,” ungkapnya.

Kondisi terkini dilaporkan, sebagian desa sudah mulai surut dengan ketinggian air berkisar 5 centimeter, akan tetapi diprediksi akan kembali naik jika curah hujan meningkat, debit air sungai tinggi dan air laut Pasang. (Rb.05R)

Comment here