Berita PilihanKutai Timur

Meletakkan Batu Pertama, Ardiansyah : Mari Berlomba – lomba Sekolahkan Anak di SIT

RUMAHKARYABERSAMA. COM, BENGALON – Bupati Kutai Timur Drs. Ardiansyah Sulaiman, M.Si melaksanakan peletakan batu pertama TKIT dan SDIT Yayasan Muslim Daarul Ghoffar yang terletak di Desa Tepian Langsat Kecamatan Bengalon, didampingi anggota DPRD Kutai Timur Masdari Kidang, Kapolsek Bengalon juga Sekretaris Camat Bengalon. Jum’at (5/3/21)

Sebelum melakukan peletakan Batu pertama, yayasan Muslim Daarul Ghoffar mengadakan acara lelang amal berupa bahan bangunan dimana donatur bisa memilih bahan bangunan apa yang ingin disumbangkan atau menyumbangkan berupa uang. Bupati Kutai Timur menyumbangkan 200 sak semen dan juga dari Ketua RT 5 Tepian Langsat hibah tanah seluas 15 hektar. Dalam acara tersebut juga dilakukan pemotongan tumpeng sebagai bentuk syukur dalam pembangunan sekolah.

Ketua Yayasan Muslim Daarul Ghoffar, Irhami Rahma, Spd. Berharap dengan peletakan batu pertama pembangunan TKIT dan SDIT bisa berjalan lancar, selain itu ucapan terimakasih juga disampaikan Irhami atas bantuan donatur yang telah ikut menyumbangkan sebagian hartanya.

“Tingginya minat belajar anak dan dukungan wali murid sehingga pembangunan sekolah TKIT dan SDIT harus segera diupayakan agar tidak terlalu jauh ke Sangatta atau kota lainnya untuk menempuh pendidikan Islam Terpadu”, ujar Irhami

Ketua yayasan menyebutkan, bahwa dana yang dibutuhkan untuk pembangunan sekolah TKIT dan SDIT mencapai sekitar 485 juta rupiah.

Bupati Kutai Timur Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M. Si. dalam sambutannya dihadapan para undangan mengungkapkan
“Ada hal yang menarik terkait dengan sekolah SDIT, untuk jalur Sangatta – Wahau sangat luar biasa, semoga anak – anak kita mendapatkan pendidikan agama dan memberikan keberkahan. Bahwa visi misi SIT memberikan peluang untuk mengembangkan dari sisi keagamaan serta dari sisi pengetahuan umum bagi anak – anak kita. ” Ungkapnya

Ardiansyah meyakinkan kepada warga masyarakat untuk berlomba – lomba memasukkan anak – anaknya di sekolah SIT Daarul Gofar. Seberapa mahal sekolah itu ada manakala para orang tua membutuhkan untuk anak – anaknya, maka hal tersebut tidak menjadi persoalan.

“Saya sudah mengalaminya dari sejak SMP sudah sekolah di sekolah swasta padahal orang tua hanya guru biasa tapi mampu menyekolahkan. Oleh sebab itu mudah – mudahan SIT yang ada ini dimulai dari TK dan SD mari kita isi” Katanya

Lebih lanjut Ardiansyah juga meminta lahan yang dihibahkan untuk yayasan Daarul Gofar agar segera dibuatkan sertifikat hibahnya, agar tidak ada lagi persoalan dibelakang hari. (03)

Comment here